Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Longsor di Dini Hari Mengubur Banyak Rumah Warga di Cisarua, Bandung Barat.

 

Bencana longsor disertai aliran air deras menelan puluhan rumah warga di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Blogger.com ----- Bencana tanah longsor yang disertai dengan arus air yang deras telah terjadi di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada hari Sabtu, tanggal 24 Januari 2026, sekitar pukul 02. 00 WIB. Sekitar 30 rumah warga terkena dampak akibat tanah yang bercampur air yang mengalir dengan deras dari lereng Bukit Gunung Burangrang.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyampaikan bahwa longsor terjadi secara tiba-tiba saat banyak warga sedang tidur. Proses pengumpulan informasi mengenai korban jiwa dan yang mengalami luka-luka masih sedang dilakukan.

Untuk menghindari risiko lebih lanjut, pemerintah desa bersama pihak-pihak terkait telah memindahkan warga dari area yang berisiko terjadi longsor lanjutan. Warga diarahkan untuk berpindah ke Aula Kantor Desa Pasirlangu guna mengurangi kemungkinan risiko bencana yang lebih besar. Luas wilayah yang terpengaruh oleh longsor diperkirakan mencapai 30 hektar.

Longsoran diduga disebabkan oleh keadaan tanah yang tidak stabil dan hujan deras yang mengguyur daerah tersebut selama beberapa hari terakhir. Nur Awaludin menambahkan bahwa penanganan darurat, pencatatan kerusakan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk langkah-langkah selanjutnya saat ini tengah dilakukan. Ia juga meminta masyarakat untuk lebih waspada dan menghindari daerah yang berisiko longsor, karena potensi cuaca ekstrem masih ada.




Nara Sumber.                : Nur Awaludin Lubis

Penulis Naskah berita : Raden Dede Sudrajat 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon