Kode iklan di atas
Margahayu Bekasi Timur Kembali Terendam Banjir, Telah Terjadi Empat Kali dalam Dua Minggu.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Banjir di Gang Mawar RT 08 RW 03, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, |
BEKASI, Blogger.com - Banjir dengan ketinggian hampir satu meter kembali menggenangi area tempat tinggal warga di Gang Mawar RT 08 RW 03, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada hari Kamis (29/1/2026).
Seorang warga yang terdampak, Eka Cahya (37), mengungkapkan bahwa air yang mengalir dari luapan Kali Bekasi akibat hujan lebat telah merendam rumah-rumah penduduk dengan ketinggian yang bervariasi, berkisar antara 70 hingga 90 sentimeter.
Kedalaman banjir diperkirakan setinggi lutut orang dewasa, yakni sekitar 70 sentimeter. "Namun, jika semakin mendekat ke sungai, kedalamannya dapat mencapai 90 sentimeter," ujar Eka, seperti dikutip dari Tribunnews.
Eka menyatakan bahwa air mulai naik sejak pukul 08. 00 WIB. Sebelumnya, pada Rabu (28/1/2026) malam, air pernah mencapai depan pintu rumahnya sekitar pukul 01. 00 WIB sebelum akhirnya surut menjelang pagi.
Tadi malam pada pukul satu, saya sudah tiba di depan pintu rumah. Sekitar jam dua, aktivitas mulai berkurang; setelah sholat subuh, penduduk mulai membersihkan lingkungan. "Namun pagi ini naik lagi sekitar pukul setengah lima," katanya.
Sebagai akibat dari banjir, sejumlah penduduk harus memindahkan barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi guna mencegah dampak dari kenaikan air yang lebih serius.
Kini telah meningkat kembali. "Semua barang telah diangkat, mengingat pengalaman yang terjadi saat puasa sebelumnya," ujarnya.
Selain membanjiri rumah-rumah, banjir juga mengakibatkan jalan-jalan di area tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan, yang membuat kegiatan masyarakat terganggu.
Eka menjelaskan bahwa dia yang sehari-hari berdagang tempe dan tahu juga mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya.
Risikonya sangat mengganggu. “Kami menjual tempe dan tahu, sehingga sulit untuk memasarkan,” ujarnya.
Menurut Eka, banjir di daerahnya telah terjadi beberapa kali dalam dua minggu terakhir, dan penduduk mengawasi kemungkinan kenaikan air melalui grup pemantauan yang berasal dari KP2C.
“Dalam dua minggu terakhir, telah terjadi hampir empat kali banjir. Menurut informasi dari grup KP2C, dikatakan bahwa pihak berwenang telah dalam keadaan siaga, sehingga ada kemungkinan air akan naik lagi,” tuturnya. Sementara itu, Asep (54) menuturkan bahwa sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) terpengaruh oleh banjir di daerah tersebut.
Meskipun air telah masuk ke dalam rumah, sebagian besar penduduk masih memilih untuk tetap tinggal, dan beberapa di antaranya bertahan di lantai dua.
"Masih ada beberapa orang yang tinggal di rumah, belum ada yang mengungsi, beberapa dari mereka bertahan di lantai dua," kata Asep.
Ia mengharapkan bahwa pemerintah daerah segera memberikan bantuan, mengingat akses bagi warga saat ini cukup sulit dan hingga saat ini belum ada bantuan yang diterima.
"Diharapkan ada dukungan, karena kami mengalami kesulitan dalam akses, dan juga sulit untuk meninggalkan rumah," ujarnya.
Nara Sumber. Eka Cahya ( Warga Sekitar )
Penulis Berita. Raden Dede Sudrajat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar