Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Pada awal Tahun 2026, Kota Bogor mengalami serangkaian bencana, yang paling banyak terjadi di daerah ini.

 

Kondisi atap rumah warga yang ambruk akibat bencana di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor

Bogor, Blogger.com ---- Di awal tahun 2026, Kota Bogor mengalami serangkaian bencana yang menghampirinya. Sekumpulan kejadian telah berlangsung. BPBD mencatat bahwa terdapat total 36 peristiwa yang terjadi di daerah ini.

Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menyampaikan bahwa informasi mengenai kejadian bencana tersebut dikumpulkan dari awal tahun hingga 18 Januari 2026. Sebagian besar dipengaruhi oleh cuaca yang ekstrem.

Catatan kami mencatat bahwa terdapat 28 kejadian bencana yang disebabkan oleh cuaca ekstrem. “Dampak dari kejadian ini menyebabkan gedung runtuh, atap jatuh, dan pohon tumbang,” ungkap Dimas.

Bencana berikutnya adalah tanah longsor yang terjadi sebanyak lima kali, banjir satu kali, dan bencana lainnya sebanyak dua kali. Area bencana tersebar di enam kecamatan yang terdapat di Kota Bogor.

Sebagian besar bencana terjadi di Kecamatan Tanah Sareal dengan jumlah total 9 peristiwa. Bogor Selatan mencatat 8 kejadian, diikuti oleh Bogor Tengah dengan 7 kejadian, sementara Bogor Barat dan Utara masing-masing mencatat 5 kejadian, dan Bogor Timur juga tercatat dengan 5 kejadian.

Serangkaian bencana telah memengaruhi 157 orang, di mana 4 di antaranya mengalami luka ringan. Selanjutnya, hunian tersebut mengalami kerusakan 23. "Jumlah rumah yang mengalami kerusakan sedang adalah 20 dan yang mengalami kerusakan ringan sebanyak 3 rumah," ungkap Dimas.

Dimas menyatakan bahwa keadaan ini tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah Kota Bogor telah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengurangi risiko bencana.

Pengawasan cuaca merupakan langkah penting dalam upaya mitigasi yang dilakukan. Antara bulan November dan Maret tahun 2026, diperkirakan Kota Bogor akan mengalami curah hujan yang tinggi.

Dimas menekankan bahwa keadaan ini meminta warga untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan saluran air dan kemungkinan penghalang aliran.

"Kami mengajak masyarakat untuk secara teratur memeriksa kebersihan saluran dan menjaga lingkungan agar tetap aman," jelas Dimas.

Ia pun mengingatkan akan adanya risiko yang berkaitan dengan banyaknya pohon besar di Kota Bogor yang perlu diawasi secara rutin. Masyarakat diharapkan segera melaporkan jika melihat adanya potensi bahaya di lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan informasi dari Disperumkim Kota Bogor, terdapat total 249 pohon yang terdaftar dengan KTP Merah. Tingkat kerusakan pada pohon tersebut bahkan mencapai 40 persen.

Dimas menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan dasar penting dalam upaya mitigasi. Kesadaran masyarakat dalam merawat lingkungan sekitar memiliki pengaruh langsung terhadap upaya pencegahan bencana.

"Dasarnya adalah jika kita menjaga lingkungan, lingkungan akan menjaga kita. Pendidikan masyarakat tetap menjadi dasar utama dalam mengurangi risiko bencana," tegasnya.





Nara Sumber                    Dimas TIko

Penulis                        Raden Dede Sudrajat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon