Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Para Korban Banjir dan Tanah Longsor di Padang Bersiap Menerima 3 Tipe Bantuan

 

Banjir melanda kota Padang, Kamis (10/9/2020).

Blogger.com --- Para korban banjir dan tanah longsor di Kota Padang, Sumatera Barat, sedang bersiap-siap untuk mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos), Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Sosial saat ini sedang mempercepat proses administrasi untuk memperlancar penyaluran bantuan tersebut, Bantuan yang akan diberikan meliputi santunan waris bagi korban yang meninggal, jaminan hidup (jadup), serta bantuan untuk memperkuat ekonomi bagi masyarakat yang terdampak.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Padang, Ricky Januardi Alexander, menginformasikan bahwa pihaknya telah menyelesaikan penilaian dan pendataan terhadap korban jiwa akibat bencana, "Tercatat ada 11 warga Kota Padang yang meninggal dunia akibat bencana ini," ungkap Ricky kepada wartawan, Kamis (15/1/2026) di Padang.

Ricky menjelaskan bahwa saat ini Dinas Sosial sedang menyusun surat keputusan (SK) untuk diajukan ke Kemensos agar ahli waris korban meninggal dunia bisa menerima santunan sebesar Rp 15 juta per individu, "Insya Allah, bantuan ini ditargetkan akan cair pada Januari ini," ujar Ricky.

Selain santunan kematian, Pemko Padang juga memprioritaskan penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) bagi keluarga yang rumahnya terendam atau mengalami kerusakan berat akibat banjir dan tanah longsor.

Berdasarkan data terbaru, terdapat 374 kepala keluarga (KK) dengan total 1.416 jiwa yang berhak untuk mendapatkan bantuan jaminan hidup tersebut. Ricky menambahkan bahwa data penerima bantuan masih bersifat dinamis, disebabkan oleh terjadinya banjir susulan pada 2 Januari 2026 yang memperluas dampak kerusakan.

"Sesuai Permensos Nomor 4, indeks bantuan jadup adalah Rp 10 ribu per jiwa per hari selama 90 hari atau tiga bulan. Namun, terdapat informasi bahwa akan ada peningkatan nilai santunan tersebut dari pusat," jelasnya.

Tidak hanya bantuan kebutuhan dasar, Dinas Sosial Kota Padang juga melakukan pendataan lanjutan melalui pihak kecamatan untuk program penguatan ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Program ini ditujukan untuk masyarakat yang kehilangan tempat usaha atau sarana usaha akibat terendam banjir, termasuk pelaku usaha mikro dan peternak.

"Tujuan penguatan ekonomi ini adalah untuk mengurangi beban keluarga agar mereka bisa kembali berdiri sendiri dan ekonomi mereka pulih setelah bencana," kata Ricky.





Nara Sumber                 RCKY

Penulis                            RDS



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon