Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Pembaruan Mengenai Korban Longsor di Cisarua: 34 Jenazah Telah Dikenali, 32 Korban Masih Dalam Proses Pencarian

 

Foto udara tim SAR gabungan mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Berdasarkan data tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat hingga Senin (26/1) pukul 16.57 WIB, jumlah korban bencana tanah longsor yang berhasil ditemukan sebanyak 34 jenazah dan 20 diantaranya telah berhasil diidentifikasi.

Blogger.com ----- Operasi pencarian korban akibat longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat telah memasuki hari keempat dan menunjukkan kemajuan yang berarti. Tim SAR yang bekerja sama kembali menemukan 9 kantong jenazah pada hari Selasa (27/1/2026), sehingga jumlah total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama mencapai 48 kantong.

Semua kantong jenazah tersebut telah diserahkan kepada Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polri untuk langkah identifikasi berikutnya. Hingga Selasa malam pukul 19. 30 WIB, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 34 jenazah dari korban longsor.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menginformasikan bahwa proses identifikasi masih berjalan seiring dengan ditemukannya korban baru di lokasi. Saat ini, proses untuk mengidentifikasi kantong jenazah yang sudah diserahkan kepada Tim DVI masih berlangsung. “Jenazah yang telah dikenali identitasnya akan segera diserahkan kepada keluarganya untuk keperluan pemakaman,” kata Abdul Muhari, Rabu (28/1/2026).

Penggunaan alat berat dan anjing pencari.

Lanskap lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Selasa (27/1/2026).

Pada hari keempat dari pencarian, fokus penemuan korban dialihkan ke sektor A1, A2, dan B2. Penetapan sektor tersebut didasarkan pada hasil pemetaan lokasi yang terkena dampak dan perkiraan area di mana korban mungkin tertimbun.

Agar mempercepat proses pencarian, tim SAR meningkatkan operasi dengan penggunaan alat berat dan anjing pelacak (K9). Proses ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan besarnya area terdampak longsor serta ketebalan material yang menutupi tempat tinggal masyarakat.

Walaupun jumlah korban yang sudah ditemukan terus meningkat, tim SAR memperkirakan masih ada sekitar 32 orang yang belum ditemukan dan diduga masih terjebak dalam material longsoran. 

Abdul Muhari menyatakan bahwa kegiatan pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (28/1/2026) pagi dengan penekanan pada pencarian di sektor A dan sektor B, sesuai dengan hasil evaluasi harian serta keadaan di lapangan. 

“Proses pencarian akan diteruskan besok dengan mengutamakan keselamatan personel dan efisiensi operasi,” ujarnya kembali. 

Sampai saat ini, tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, dan relawan masih siaga penuh untuk menyelesaikan misi kemanusiaan ini.






Nara Sumber.            Abdul muhari 



Penulis Berita.           Raden Dede Sudrajat 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon