Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Pembaruan mengenai Korban Longsor di Cisarua: 10 Jenazah Telah Ditemukan, Sehingga Jumlah Total Menjadi 70 Jasad.

 

Tim SAR gabungan menyisir area longsor Desa Psirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).

Blogger.com ---- Tim SAR Gabungan telah berhasil mengidentifikasi 10 kantong jenazah dari korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, selama operasi pencarian yang berlangsung pada Sabtu (31/1/2026).

Dengan demikian, jumlah korban longsor di Cisarua yang telah dievakuasi sampai hari ke-8 pencarian ini adalah sebanyak 70 kantong jenazah. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyatakan bahwa sepuluh kantong jenazah telah berhasil diangkut dari berbagai sektor pencarian antara pukul 09. 29 WIB hingga 16. 55 WIB.

Hari ini, jumlah korban yang berhasil dievakuasi mencapai sepuluh kantong jenazah, sehingga total keseluruhan kini menjadi 70 kantong jenazah. "Sementara itu, jumlah korban yang masih dalam pencarian mencapai sepuluh orang," ungkapnya, sebagaimana dilaporkan oleh Antara.

Ia menginformasikan bahwa penemuan jenazah korban longsor Cisarua pada hari ini tersebar di berbagai lokasi, yaitu dua kantong mayat di titik A1, empat kantong mayat di titik A2, satu kantong mayat di titik A3, satu kantong mayat di titik B1, dan dua kantong mayat di titik B2.

52 Jenazah Sudah Dikenali Identitasnya

Ade menyampaikan bahwa saat ini terdapat 53l2 jenazah yang mana sebagian sudah berhasil diidentifikasi oleh tim Identifikasi Korban Bencana (DVI).

"Sebanyak 52 orang yang menjadi korban telah diidentifikasi dari total 53 jenazah yang sedang menjalani proses identifikasi, sedangkan yang tersisa masih dalam tahap proses. "

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan tetap memprioritaskan aspek keselamatan personel, mengingat kondisi cuaca dan kestabilan lereng di tempat kejadian masih berpotensi membahayakan.

Karena itu, proses pencarian dilakukan secara bertahap dan terencana berdasarkan hasil evaluasi tim keselamatan di lokasi. Ade menekankan bahwa evaluasi lebih lanjut akan dilakukan kembali untuk menetapkan strategi dan langkah pencarian berikutnya sejalan dengan berlanjutnya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) dalam beberapa hari ke depan.



Nara Sumber                        Ade Dian 

Penulis Berita                      Raden Dede Sudrajat








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon