Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Pencegahan Risiko Bakteri pada Jenazah, Petugas SAR Longsor Cisarua Mendapatkan Vaksinasi.

 

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan hingga Minggu (25/1) pukul 10.00 WIB, sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) atau 113 jiwa terdampak bencana tanah longsor dengan rincian 23 orang selamat, 11 orang ditemukan meninggal dunia, dan 79 lainnya masih dalam pencarian.

Blogger.com ------- Petugas SAR yang bekerja sama dalam pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah diberikan vaksin dan vitamin untuk menjaga kesehatan mereka selama operasi pencarian. Langkah ini diambil untuk menghindari paparan virus dan bakteri dari jenazah korban yang mulai membusuk pada hari kelima pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan bahwa vaksinasi dan pemberian vitamin tersebut didukung oleh Kementerian Kesehatan serta Dinas Kesehatan daerah. Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan bahwa petugas tetap dalam kondisi sehat mengingat risiko yang dihadapi saat bekerja di lapangan.

Tim SAR yang terdiri dari beberapa pihak menerima dukungan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan berupa penyediaan vitamin serta vaksin. "Penting sekali untuk merawat kesehatan para pencari," ungkap Ade, Selasa (27/1/2026) sore. Selain vaksin dan suplemen, tim medis juga dipersiapkan di setiap lokasi pencarian. Kehadiran tenaga kesehatan dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya masalah kesehatan atau keadaan darurat pada petugas yang terlibat selama proses evakuasi korban.

“Di lokasi terdapat kemungkinan risiko, sehingga dari Dinkes mengirimkan tim dokter ke setiap hari pencarian untuk dapat segera menangani jika terjadi sesuatu,” ujar Ade.

Evaluasi Proses pada Hari Ketujuh

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan hingga Minggu (25/1) pukul 10.00 WIB, sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) atau 113 jiwa terdampak bencana tanah longsor dengan rincian 23 orang selamat, 11 orang ditemukan meninggal dunia, dan 79 lainnya masih dalam pencarian.

Ade mengungkapkan, bahwa operasi SAR direncanakan akan dilakukan selama 14 hari sesuai dengan permintaan yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat.

Meskipun demikian, penilaian akan dilaksanakan pada hari ketujuh, yaitu Jumat (30/1/2026), untuk memutuskan apakah operasi akan dilanjutkan. "Pada hari ketujuh, akan dilakukan penilaian untuk menentukan apakah perpanjangan diperlukan atau tidak. " "Apabila semua korban telah ditemukan sebelum waktu tersebut, operasi dapat dihentikan," ujarnya.

Aroma yang Tajam

Dalam konferensi pers, Ade juga menyampaikan bahwa sembilan bodypack ditemukan dalam keadaan cukup utuh meskipun aroma busuk mulai tercium akibat proses alami. Ia menekankan bahwa data mengenai korban masih bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan sesuai dengan laporan terbaru yang diterima dari lokasi kejadian. Menurut laporan dari *Komandan Insiden*, jumlah korban yang terdampak tercatat sebanyak 155 jiwa, di mana 75 orang berhasil diselamatkan dan sekitar 80 orang masih dalam proses pencarian, ujar beliau.





Nara Sumber.                 Ade Dian Permana 


Penulis Berita.               Raden Dede Sudrajat 









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon