Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Penyebab Banjir, Hilir Kali Cakung Lama yang Menyempit Menjadi 2 Meter Akan Diperluas.

 

Kali Cakung Lama di kawasan Rawa Indah Sukapura, Clincing, Jakarta Utara meluap pada, Selasa (27/1/2026).

DKI Jakarta, Blogger.com ---- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperluas area hilir Kali Cakung Lama hingga mencapai lebar 15 meter.

Tindakan ini diambil untuk mengatasi penyempitan atau kendala alur sungai yang selama ini menjadi penghalang bagi aliran air dan menyebabkan banjir di beberapa area Jakarta Utara.

Saat ini, lebar bagian bawah Kali Cakung Lama hanya tersisa sekitar dua meter. Keadaan itu mengakibatkan aliran air dari hulu terhambat, terutama pada saat curah hujan yang tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pramono ketika ia melakukan inspeksi terhadap pengerukan Kali Cakung Lama yang terletak di kawasan Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, pada hari Selasa, 27 Januari 2026.

“Di bagian hilir yang penyempitannya telah mencapai dua meter, kita akan memperluasnya seperti lokasi ini, bahkan mungkin lebih lebar menjadi 15 meter,” kata Pramono, pada hari Selasa.

Pramono berpendapat bahwa perluasan di zona hilir sungai dianggap lebih efisien untuk memperlancar perjalanan air menuju muara. Dengan ukuran lebar sungai yang cukup, aliran air dari bagian hulu diharapkan tidak terhambat lagi ketika hujan deras mengguyur Jakarta.

"Apa alasan kami melakukan hal tersebut? Karena sebenarnya lebih baik jika muaranya lebih lebar," ujarnya. Pelebaran hilir Sungai Cakung Lama adalah bagian dari proyek penataan sungai yang sedang berlangsung saat ini.

Secara keseluruhan, normalisasi Kali Cakung Lama meliputi panjang sekitar 8,5 kilometer dengan volume penggalian sekitar 45. 000 meter kubik yang terbagi ke dalam 17 segmen.

Pramono menggarisbawahi bahwa proyek tersebut akan dilaksanakan secara komprehensif dan tidak akan dikerjakan secara bertahap atau setengah hati.

Pemerintah Provinsi DKI berencana menyelesaikan normalisasi Kali Cakung Lama pada akhir tahun 2027. "Saya telah memutuskan bahwa pekerjaan ini tidak boleh dilakukan secara terpisah-pisah. " “Pekerjaannya harus diselesaikan,” tegas Pramono. Dia mengharapkan, setelah proses normalisasi dan perlebaran hilir sungai selesai, wilayah-wilayah yang selama ini rentan terhadap banjir seperti Kelapa Gading, Sukapura, Cilincing, dan Semper Barat dapat ditangani dengan lebih efektif.

Namun, Pramono mengakui bahwa genangan air tidak dapat sepenuhnya diatasi di Jakarta.

Namun, normalisasi dan perlebaran sungai bisa menjadi salah satu solusi jangka menengah untuk mengurangi risiko banjir yang telah terjadi selama ini.

Secara tata ruang, tidak mungkin Jakarta dapat terbebas dari genangan, hal ini tidak mungkin terjadi. "Oleh karena itu, saya perlu menjelaskan dengan jelas, namun ini merupakan salah satu solusi jangka menengah yang kami terapkan untuk mengatasi banjir yang telah terjadi di Jakarta," ujar Pramono.



Nara Sumber                           Gubenur DKI Jakarta ( Pramono Anung )

Penulis Berita                           Raden Dede Sudrajat








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon