Kode iklan di atas
Pohon Jatuh di 18 Lokasi Cianjur, BPBD Mengingatkan Penduduk Agar Selalu Siaga Hingga Mei.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Petugas BPBD Cianjurm Jawa Barat, mengevakuasi pohon yang menimpa dan merusak rumah warga. Dalam sepekan sedikitnya sebelas rumah rusak tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang dan cuaca ekstrem |
Blogger.com ------ Selama sepekan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat bahwa sejumlah rumah penduduk mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon yang tumbang karena cuaca yang ekstrem.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menyatakan bahwa instansinya telah mencatat 18 insiden pohon tumbang yang terjadi di berbagai lokasi secara bersamaan.
"Tidak ada korban jiwa, tetapi sebelas rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan parah," kata Asep kepada Kompas. com melalui telepon, pada hari Sabtu (30/1/2026).
Infrastruktur Kelistrikan dan Pesantren yang Terpengaruh
Selain merusak tempat tinggal penduduk, pohon yang tumbang juga menyebabkan kerusakan pada jaringan kabel PLN dan menghalangi jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas di beberapa lokasi.
“Angin yang kuat juga menjatuhkan tiang listrik, merusak atap gedung pesantren, dan dua rumah warga mengalami kerusakan hingga runtuh,” ujar Asep.
Bencana ini terjadi di berbagai lokasi, mulai dari Cugenang, Pagelaran, Takokak, sampai Naringgul, termasuk di area perkotaan.
Asep menyatakan bahwa cuaca ekstrem di Cianjur terjadi hampir di seluruh daerah, oleh karena itu masyarakat diminta untuk lebih peka terhadap tanda-tanda alam.
Asep mengajak masyarakat, khususnya yang berada di daerah berisiko tinggi, untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan. Apabila terjadi hujan deras dalam waktu yang lama, masyarakat diminta untuk segera melakukan evakuasi secara mandiri dan menghindari kegiatan di sekitar tebing atau aliran sungai.
Siaga Hidrometeorologi hingga bulan Mei tahun 2026.
Saat ini, Kabupaten Cianjur masih dalam status waspada terhadap bencana hidrometeorologi yang diperkirakan akan berlangsung hingga Mei 2026. Tindakan ini diambil sebagai langkah pencegahan terhadap kondisi cuaca yang ekstrem serta berbagai kemungkinan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
“Hampir seluruh kawasan di Cianjur rentan terhadap bencana yang berhubungan dengan hidrometeorologi, sehingga berbagai kemungkinan bencana harus diantisipasi sejak awal untuk mencegah terjadinya korban jiwa,” tambah Asep.
Untuk meningkatkan respons di lapangan, BPBD Cianjur telah menugaskan semua Relawan Tanggap Bencana (Retana) di setiap desa. Selain itu, beberapa tanda peringatan juga telah dipasang di area-area yang dianggap memiliki risiko tinggi.
Nara Sumber Asep Sudrajat ( Sekretaris BPBD Cianjur )
Penulis Berita Raden Dede Sudrajat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar