Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Pohon Jatuh di 18 Lokasi Cianjur, BPBD Mengingatkan Penduduk Agar Selalu Siaga Hingga Mei.

 

Petugas BPBD Cianjurm Jawa Barat, mengevakuasi pohon yang menimpa dan merusak rumah warga. Dalam sepekan sedikitnya sebelas rumah rusak tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang dan cuaca ekstrem

Blogger.com ------ Selama sepekan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat bahwa sejumlah rumah penduduk mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon yang tumbang karena cuaca yang ekstrem.

Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menyatakan bahwa instansinya telah mencatat 18 insiden pohon tumbang yang terjadi di berbagai lokasi secara bersamaan.

"Tidak ada korban jiwa, tetapi sebelas rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan parah," kata Asep kepada Kompas. com melalui telepon, pada hari Sabtu (30/1/2026).

Infrastruktur Kelistrikan dan Pesantren yang Terpengaruh

Selain merusak tempat tinggal penduduk, pohon yang tumbang juga menyebabkan kerusakan pada jaringan kabel PLN dan menghalangi jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas di beberapa lokasi.

“Angin yang kuat juga menjatuhkan tiang listrik, merusak atap gedung pesantren, dan dua rumah warga mengalami kerusakan hingga runtuh,” ujar Asep.

Bencana ini terjadi di berbagai lokasi, mulai dari Cugenang, Pagelaran, Takokak, sampai Naringgul, termasuk di area perkotaan.

Asep menyatakan bahwa cuaca ekstrem di Cianjur terjadi hampir di seluruh daerah, oleh karena itu masyarakat diminta untuk lebih peka terhadap tanda-tanda alam.

Asep mengajak masyarakat, khususnya yang berada di daerah berisiko tinggi, untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan. Apabila terjadi hujan deras dalam waktu yang lama, masyarakat diminta untuk segera melakukan evakuasi secara mandiri dan menghindari kegiatan di sekitar tebing atau aliran sungai.

Siaga Hidrometeorologi hingga bulan Mei tahun 2026.

Saat ini, Kabupaten Cianjur masih dalam status waspada terhadap bencana hidrometeorologi yang diperkirakan akan berlangsung hingga Mei 2026. Tindakan ini diambil sebagai langkah pencegahan terhadap kondisi cuaca yang ekstrem serta berbagai kemungkinan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

“Hampir seluruh kawasan di Cianjur rentan terhadap bencana yang berhubungan dengan hidrometeorologi, sehingga berbagai kemungkinan bencana harus diantisipasi sejak awal untuk mencegah terjadinya korban jiwa,” tambah Asep.

Untuk meningkatkan respons di lapangan, BPBD Cianjur telah menugaskan semua Relawan Tanggap Bencana (Retana) di setiap desa. Selain itu, beberapa tanda peringatan juga telah dipasang di area-area yang dianggap memiliki risiko tinggi.



Nara Sumber                          Asep Sudrajat ( Sekretaris BPBD Cianjur )


Penulis Berita                         Raden Dede Sudrajat


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon