Petugas BPBD memotong bagian atas batang pohon waru yang tumbang menimpa rumah warga di Desa Tingal, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jumat (23/1/2026)
Blogger.com ------- Sebuah pohon waru besar jatuh dan menimpa rumah penduduk di Desa Tingal, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada hari Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 02. 30 WIB. Penghuni rumah, seorang pria tua bernama Nursalim (86 tahun), tidak dapat melakukan banyak hal setelah ia menyadari bahwa rumahnya yang ia huni sendirian tertimpa pohon saat masih gelap.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, menyampaikan bahwa insiden pohon tumbang yang mengenai rumah Nursalim pertama kali diketahui oleh seorang pengrajin tempe yang akan mengantar pesanan. Saksi yang merupakan pembuat tempe melihat sebuah pohon yang tumbang dan mengenai rumah seorang warga. "Dia kemudian memberitahukan peristiwa tersebut kepada penduduk desa sekitar," ungkap Wahyudi pada hari Jumat (23/1/2026) siang.
Setelah memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut, petugas BPBD Kabupaten Blitar tiba di lokasi sekitar pukul 06. 00 WIB pagi untuk mengalihkan batang pohon yang menimpa rumah tersebut. Penanganan dampak dari kejadian pohon tumbang, menurut Wahyudi, dilakukan oleh petugas dan relawan BPBD bersama dengan masyarakat setempat.
Kejadian tersebut tidak mengakibatkan adanya korban jiwa. "Hanya menimbulkan kerusakan pada atap rumah," ucapnya. Wahyudi menyatakan bahwa insiden pohon tumbang yang mengenai rumah warga disebabkan oleh cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Blitar sejak Kamis (22/1/2026).
Di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Wahyudi mengungkapkan bahwa pada pagi hari Jumat terjadi pohon tumbang yang sempat menghalangi jalan provinsi yang melewati desa tersebut. Wahyudi meminta agar masyarakat Kabupaten Blitar lebih berhati-hati terhadap cuaca ekstrem, khususnya angin kencang yang masih berlangsung hingga saat ini. "Warga dapat bekerja sama untuk memotong cabang dan ranting pohon yang berisiko tumbang di sekitar lingkungan pemukiman," ujarnya.
Risiko pohon tumbang, ia menyatakan, menjadi lebih tinggi ketika angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan yang sangat lebat. Cuaca ekstrem dengan angin kencang di daerah Blitar diperkirakan akan terus berlanjut hingga tanggal 30 Januari 2026.
Nara Sumber. Wahyudi
Penulis Naskah berita. Raden Dede Sudrajat
Komentar
Posting Komentar