Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Ribuan ikan di Situ Citongtut Gunung Putri telah mati, DLH Kabupaten Bogor sedang menyelidiki penyebabnya.

 

Ikan di Situ Citongtut, Cicadas, Gunung Putri Kabupaten Bogor mati.

Kabupaten Bogor, blogger.com ---- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor sedang menyelidiki kejadian ribuan ikan yang ditemukan mati di Situ Citongtut, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, yang diduga disebabkan oleh pencemaran lingkungan.

Pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, ribuan ikan sapu-sapu ditemukan mati secara bersamaan di Situ Citongtut. Plt DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menyampaikan bahwa setelah menerima informasi tersebut, pihaknya segera melakukan penyelidikan.

"Benar, saat ini sedang dilakukan penyelidikan terkait masalah ini karena aliran sungai berada di bawah fasilitas perusahaan tersebut, sumber pembuangannya sedang diteliti," ujar Teuku Mulya pada hari Minggu, 25 Januari 2026.

Menurutnya, di kawasan Situ Citongtut terdapat 21 perusahaan, dan bahkan pabrik itu dilalui oleh anak sungai yang mengalir ke situ tersebut.

"Karena anak sungai tersebut mengalir langsung ke salah satu situ, maka pembuangan limbah dari mana saja sebenarnya mengalir ke situ, hal ini sedang kami selidiki," ujarnya.

Teuku Mulya juga menginformasikan bahwa anak sungai tersebut terletak di bawah pabrik-pabrik tersebut, sehingga diperlukan penyelidikan lebih lanjut.

Meskipun begitu, Teuku menyatakan bahwa saat ini Situ Citongtut telah kembali normal dan masyarakat telah melanjutkan aktivitas mereka. Namun, mereka akan terus mencari tahu penyebab kematian ikan yang diduga disebabkan oleh pencemaran lingkungan.

"Hari ini cuaca sudah bersih, warga telah kembali beraktivitas, dan mereka juga sudah mulai memancing lagi," tutupnya.



Nara Sumber                                Teuku Mulya 

Penulis Berita                               R Dede Sudrajat


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon