Kode iklan di atas
Sampah Masih Menjadi Kendala di Lokasi Wisata, Berikut Saran dari Pandawara.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Blogger.com --- Pengelolaan sampah di lokasi wisata masih merupakan salah satu isu utama di berbagai tempat wisata di Indonesia. Terutama pada saat musim puncak.
Kelompok yang bergerak dan berpengaruh yang memperhatikan isu sampah dan kebersihan lingkungan, Pandawara juga setuju dengan keadaan tersebut.
"Peristiwa ini tidak hanya terjadi pada saat Lebaran, tetapi juga selama musim puncak seperti Tahun Baru dan lain-lain, di mana jumlah pengunjung meningkat, terutama di kawasan pantai," ungkap Gilang, salah satu anggota Pandawara ketika diwawancarai dalam acara Konferensi Pers yang mengangkat tema 4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia, di Sarinah, Jakarta Pusat, pada hari Senin (19/1/2026).
Menurut Gilang, salah satu langkah yang dapat diambil untuk menangani persoalan sampah di lokasi wisata adalah dengan mengadakan fasilitas kebersihan, seperti penyediaan tempat sampah yang cukup. Penyediaan fasilitas lingkungan sebaiknya diperkuat kembali.
"Jangan biarkan lokasi wisata tersebut dipenuhi oleh pengunjung, namun tidak menyediakan tempat sampah," kata Gilang.
Gilang menambahkan, tindakan yang dapat diambil untuk mengatasi masalah sampah di lokasi wisata adalah dengan melakukan penertiban terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Menurut Gilang, tindakan penertiban terhadap UMKM perlu dilaksanakan dengan tegas. Oleh karena itu, ia menambahkan, jumlah sampah yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tergolong cukup banyak.
"Oleh karena itu, penekanan pada aturan pengelolaan sampah juga sangat penting bagi UMKM," kata Gilang.
Gilang menyatakan bahwa tim Pandawara pernah bekerja sama dengan sebuah komunitas selancar di Pantai Batu Karas, Jawa Barat, untuk memberikan pelajaran mengenai pengelolaan sampah kepada para wisatawan.
Sistem yang ada tidak hanya menyediakan aktivitas selancar untuk wisatawan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah dalam bentuk forum diskusi kelompok atau workshop.
Batu Karas dikenal sebagai salah satu pantai yang baik digunakan untuk berlatih surfing. "Oleh karena itu, sekitar 80 persen pengunjung yang datang ke lokasi tersebut adalah individu-individu yang ingin belajar berselancar, baik dari luar negeri maupun dalam negeri," ungkap Gilang.
Ia menambahkan, wadah tersebut selanjutnya digunakan untuk memberikan pendidikan kepada para wisatawan. "Jadi, kami benar-benar membuatnya untuk berbagai macam elemen masyarakat dan kelompok usia," ujar Gilang.
Nara Sumber Gilang
Penulis Raden Dede Sudrajat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar