Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Sebanyak 12 kecamatan di Karawang terkena banjir, hampir 12. 000 penduduk terpengaruh.

 

Anggota Polri membantu warga mengevakuasi barang saat banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat,

Blogger.com --- Banjir telah menggenangi beberapa daerah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat akibat hujan lebat yang terjadi pada hari Minggu (18/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat telah mencatat bahwa air genangan masih terdapat di lokasi permukiman warga dengan tinggi yang bervariasi, yaitu antara 30 sentimeter hingga satu meter.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menyatakan bahwa banjir yang terjadi di Kabupaten Karawang memiliki cakupan yang cukup luas. Secara keseluruhan, terdapat 12 kecamatan dan 23 desa yang mengalami dampak.

Jumlah rumah warga yang terendam adalah sebanyak 2. 931 unit. "Jumlah warga yang terpengaruh oleh banjir mencapai 3. 932 kepala keluarga, dengan total sekitar 12. 000 individu," ujarnya ketika dihubungi pada hari Senin (19/1/2026).

Ia menyatakan bahwa genangan air telah ditemukan di berbagai lokasi dengan kondisi yang berbeda-beda. Di beberapa tempat, ketinggian permukaan air masih cukup mengganggu aktivitas masyarakat.

"Tetapi, di beberapa lokasi, tingkat ketinggian muka air terakhir tercatat 50 sentimeter, sementara di beberapa tempat lainnya merekam angka 30 sentimeter," ujar Teten. Daerah Parungsari, Mulyajaya, dan Telukjambe mengalami dampak yang cukup besar.

Di area Karawang Barat, tinggi air bahkan mencapai satu meter. Walau demikian, Teten menyatakan bahwa keadaan banjir tahun ini tergolong lebih ringan bila dibandingkan dengan tahun lalu. Menurutnya, tinggi air mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 150 sentimeter dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyatakan bahwa penurunan tingkat banjir tidak terlepas dari usaha mitigasi yang telah dilakukan oleh pemerintah, mulai dari penertiban bangunan tidak sah di sepanjang sungai, hingga penggalian yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

"Salah satu bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam mitigasi struktural bersama dengan pemerintah Karawang," kata Teten.

Namun, kondisi cuaca tetap merupakan penyebab utama terjadinya banjir. Hujan deras yang terjadi sejak akhir pekan menyebabkan aliran sungai meningkat dan meluap ke area pemukiman. Selain curah hujan, masalah lingkungan juga turut memperburuk situasi.

BPBD juga terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengawasi situasi banjir dan memastikan bahwa kebutuhan masyarakat yang terdampak terpenuhi, sambil menunggu air benar-benar surut. Selain hujan lebat, limbah juga menjadi penyebab. "Teten mengatakan, 'Sungai tersebut telah menjadi lebih dangkal. '"







Nara Sumber                         Teten
Penulis                        Raden Dede Sudrajat





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon