Sejumlah anak sekolah melintas di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, yang terendam banjir.
Blogger. com - Desa Tridonorejo di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah mengalami banjir. Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan adanya rob. Situasi semakin parah setelah pintu kanal air mengalami kerusakan. Salah satu warga, Ma'arif (29), menyatakan bahwa desanya telah sering dilanda banjir rob dalam beberapa bulan terakhir, dan kondisi ini semakin memburuk karena hujan yang terus-menerus serta kerusakan di pintu pembuangan air. "Biasanya banjir rob, sekarang hujan terus-menerus, ditambah pintu airnya bocor, jadi air pun semakin tinggi," ucap Ma'arif pada Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, banjir melanda sepanjang Jalan Demak-Bonang sekitar satu kilometer.
Area tersebut terentang dari Polsek Bonang hingga batas Desa Purworejo. "Dari Polsek Bonang sampai perbatasan Purworejo, semuanya terendam. Kemarin ketinggian air hampir selutut, mungkin jaraknya sekitar satu kilometer," tambahnya. Saat ini, banjir belum mencapai rumah Ma'arif karena bangunan rumahnya sudah dibangun tinggi, tetapi bagian belakang rumahnya sudah terendam air. "Ini masih aman, rumah-rumah yang terendam adalah yang bangunannya rendah. Tapi belakang rumah sudah seluruhnya tenggelam," ujarnya.
Dua Dukuh Terdampak
Kepala Desa Tridonorejo, Syeni Kalistyo, melaporkan bahwa banjir telah merendam Dukuh Kaligawe dan Dukuh Kripik Cilik. Dia tidak menyebutkan jumlah rumah yang terdampak di kedua dukuh tersebut, tetapi air telah masuk ke rumah-rumah yang belum ditinggikan, dengan kedalaman mencapai 35 cm. "Banjir di Dukuh Kripik dan Kaligawe, rumah-rumah tanpa peninggian semuanya terendam, (masuk ke rumah) sedalam 35 sentimeter," jelas Syeni.
Dia menyatakan, ada dua penyebab utama terjadinya banjir di Desa Tridonorejo, yaitu curah hujan yang tinggi dan rob, serta kerusakan pada pintu kanal air di Dukuh Kripik Cilik. Syeni menjelaskan bahwa saat ini gelombang laut naik sehingga air hujan tidak bisa mengalir ke laut karena terhalang air rob. "Air tidak dapat keluar karena adanya rob, aliran air jadi terhambat dan menggenangi desa," ungkapnya. Situasi ini semakin diperburuk dengan kerusakan pada pintu pembuangan air di Dukuh Kripik Cilik, sehingga ketika debit air Sungai Jajar tinggi, air meluap ke pemukiman tanpa pengendalian.
"Pintu pembuangan di Kripik jebol, saat air sungai naik pintu tidak bisa ditutup, semua air masuk ke permukiman," tambahnya.
Syeni berharap agar Pemerintah Kabupaten Demak memberikan bantuan untuk memperbaiki pintu pembuangan di Sungai Jajar guna mengatasi banjir di Desa Tridonorejo. "Harapannya ada bantuan untuk memperbaiki pintu air, jika debitnya tinggi, desa bisa terendam," ujarnya.
Penulis Raden Dede Sudrajat
Komentar
Posting Komentar