Blogger.com ------ Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, secara bersama-sama membuka jalan yang terhalang longsoran pada hari Selasa (27/1/2026).
Sekitar 20 warga yang terdampak secara bersama-sama membawa cangkul dan peralatan lainnya untuk membuka jalan di area yang tertutup longsor. Imammuddin, seorang penduduk setempat, mengungkapkan bahwa warga yang terkena dampak berupaya untuk mengatasi kesulitan akses dan secara bersama-sama membuka jalan yang terhalang longsor selama dua minggu.
"Sejak pagi, kami telah berupaya untuk membuka rute alternatif di sekitar lokasi longsor," ujar Imammuddin, pada hari Selasa.
Sedangkan untuk akses kendaraan bermotor, Imammuddin menyatakan bahwa saat ini belum dapat dilaksanakan. Sebab, dalam dua minggu terakhir, masyarakat yang terdampak mengalami kesulitan, terutama dalam hal akses terhadap pendidikan.
Kami bekerja sama karena menghadapi kesulitan dalam akses. Rute transportasi terhenti. "Walaupun terdapat rute lain, namun harus menempuh jarak yang lebih jauh dan kondisi jalan tersebut buruk," katanya.
Imammuddin menjelaskan bahwa sebelumnya telah dibuka jalur alternatif bagi pejalan kaki, namun jalur tersebut kembali tertutup akibat longsor. Oleh karena itu, masyarakat secara bersama-sama berusaha untuk memindahkan tanah yang longsor agar akses dapat terbuka dengan lebar.
Apabila tindakan ini tidak segera dilaksanakan, masyarakat akan terus mengalami kesulitan. "Pendidikan, perdagangan, dan kegiatan pertanian," ujarnya.
Kepala Desa Sana Daja, Uswatun Hasanah, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya menghadirkan alat berat ke lokasi untuk menangani tanah longsor.
Namun, terdapat kekhawatiran bahwa tanah akan terus mengalami penurunan dan mungkin akan terjadi longsor kembali. Kami telah berupaya untuk membawa alat berat ke lokasi. Namun, menurut rekomendasi dari BPBD, tanah di atas akan kembali mengalami longsor karena status tanah masih dalam kondisi bergerak," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa di lokasi tersebut tidak hanya terdapat jalan yang ambles, tetapi juga tertutup oleh tanah dari atas bukit. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif solusi.
Kami sepakat bahwa jika masyarakat bersatu, kita dapat menciptakan jalur baru. "Dengan lahan yang juga akan dimanfaatkan," ujarnya.
Sebelumnya, penduduk Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja mengalami kesulitan dalam memperoleh makanan setelah jalan akses terhalang longsor pada hari Kamis, 15 Januari 2026.
Di samping itu, para korban masih menghadapi kesulitan dalam mengakses pendidikan. Mereka perlu meninggalkan rumah dengan mengambil jalur yang lebih jauh. Bahkan, beberapa siswa perlu dibawa melintasi area yang tertimpa longsor.
Nara Sumber Imammuddin
Penulis Berita R Dede Sudrajat
Komentar
Posting Komentar