Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Setelah Tertutup Longsor, Jalan Bagbagan-Kiara Dua Sekarang Sudah Dapat Dilalui.

 

Kepala Kepolisian sektor Simpenan, AKP Bayu bersama petugas lainnya tengah mengatur arus lalulintas di ruas jalan Bagbagan-Kiara dua, Rabu (14/1/2025).

Bogor, Blogger.com --- Jalan dari Bagbagan menuju Kiara Dua, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dapat dilalui kembali setelah sebelumnya tertutup oleh tanah longsor pada Rabu (14/1/2025) sekitar pukul 10. 00 WIB. Sebelumnya, jalan yang dikelola oleh provinsi tersebut tertutup akibat tanah longsor, sehingga menyebabkan akses lalu lintas terhenti sejak hari Minggu, tanggal 11 Januari 2025.

Tempat terjadinya longsor di Cimapag.

Titik longsor terjadi di Kampung Cimapag RT 20 RW 09, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, di mana sebelumnya terjadi longsor yang meliputi material tanah dan bebatuan yang cukup besar, sehingga menutupi sebagian jalan raya. "Alhamdulillah, sekarang sudah dapat dilalui oleh kendaraan bermotor dua maupun empat roda," ujar Bayu dalam pernyataan tertulisnya saat dihubungi oleh Kompas. com, Rabu (14/1/2025).

Bayu menyatakan bahwa meskipun jalan tersebut sudah dapat dilalui oleh kendaraan, petugas masih menerapkan skema buka tutup karena pembersihan material pascalongsor masih berlangsung.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada saat berkendara, terutama ketika melewati jalur Kiara-dua Bagbagan. "Kami menghimbau kepada masyarakat serta pengguna jalan untuk selalu waspada, dan bagi masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak, disarankan untuk tetap berada di rumah dan tidak bepergian karena kondisi cuaca masih kurang baik," ujar Bayu.





Penulis             RDS
Nara Sumber   BYU


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon