Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Sirene Peringatan Banjir di Pintu Air 10 Tangerang Berbunyi, BPBD: Masuk ke Status Siaga 3

 

Kondisi Perumahan Pinang Griya Permai, Pinang, Kota Tangerang banjir akibat tanggul jebol pada Jumat (23/1/2026). Kondisi air kini semakin bertambah sehingga banyak rumah warga yang terendam banjir.

Blogger.com ---- Sirene tanda peringatan banjir di Pintu Air 10, Neglasari, Kota Tangerang, berbunyi setelah hujan lebat mengguyur area tersebut pada hari Jumat (23/1/2026). Kejadian tersebut direkam oleh masyarakat dan diposting melalui akun media sosial @kabar_tangerang. Dalam video yang sedang beredar, terdengar suara sirene yang berbunyi tanpa henti.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan bahwa sirene berbunyi disebabkan oleh peningkatan ketinggian muka air yang telah memenuhi kriteria dalam standar operasional prosedur (SOP) siaga 3. Mahdiar menjelaskan bahwa status siaga 3 masih tergolong sebagai tahap peringatan dan belum mencapai kondisi darurat yang paling tinggi.

"Sirene dinyalakan karena tingkat air telah meningkat dan masuk ke dalam SOP siaga 3," kata Mahdiar saat dihubungi, Jumat (23/1/2026). Mahdiar menjelaskan bahwa di dalam SOP yang ada, siaga 3 bukanlah status yang paling tinggi. Akan ada langkah berikutnya jika tingkat ketinggian air terus bertambah.

Namun, dia menjelaskan bahwa pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memiliki pemahaman yang lebih mendalam secara teknis mengenai penjelasan status tersebut. Apabila air meningkat lagi, maka akan ada sirine peringatan siaga 2, diikuti dengan siaga 1. “Tingkat tertinggi adalah siaga 1,” jelasnya.

Oleh karena itu, suara sirene tersebut bukan tanda dari situasi yang sangat serius, melainkan bagian dari sistem peringatan awal kepada masyarakat agar tetap berhati-hati. "Jadi informasi yang saya peroleh demikian, bukan tanda dari hal-hal yang merugikan atau apa pun itu," jelasnya. Sirene Peringatan Banjir di Pintu Air 10 Tangerang Berbunyi, BPBD: Status Ditetapkan Siaga 3.





Nara Sumber.                                :      Mahdiar 

Penulis Berita.                                  :      R . Dede Sudrajat 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon