Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Sudin LH Mengangkat 3. 012 Ton Limbah dari Pasar Kramat Jati dalam Waktu Lima Hari

 

Gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, mulai diangkut oleh DLH,

Blogger.com --- Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) menegaskan bahwa mereka telah mengangkut sejumlah 3. 012 ton sampah dari penumpukan yang terdapat di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kramat Jati, Dwi, mengungkapkan bahwa proses pengangkutan ini dilakukan selama lima hari dan akan selesai pada hari Senin, tanggal 12 Januari 2026.

"Tentu saja, pada hari Senin tanggal 12 (yang terakhir), dalam lima hari tersebut terdapat sekitar 3. 012 ton," kata Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, ketika dijumpai pada Rabu (14/1/2026).

Meskipun pengangkutan tumpukan limbah telah selesai, Dwi memastikan bahwa pengangkutan sampah setiap hari di Pasar Induk Kramat Jati tetap berlangsung. Ia menjelaskan bahwa setiap hari, Pasar Induk Kramat Jati memproduksi sampah sekitar 180 sampai 200 ton.

Kemarin, kami telah mengangkut sampah harian sebanyak kurang lebih sebelas truk. "Hari ini, kami akan berusaha mengangkut sekitar 10 hingga 12 truk sesuai dengan rencana kami," jelasnya.

Selain itu, Dwi menyatakan bahwa pihaknya juga mendorong pengelola Pasar Induk Kramat Jati agar dapat mengelola sampah yang dihasilkan secara mandiri.

"Oleh karena itu, di masa mendatang, kami di Sudin LH hanya akan menyediakan bantuan dalam pengangkutan sampah yang tergolong residu, yaitu sisa-sisa yang tidak dapat diolah kembali," jelasnya

"Sementara itu, untuk sampah segar, kami akan mendorong agar dilakukan pengelolaan, baik melalui proses pengomposan, penggunaan maggot, maupun pemanfaatan bahan organik lainnya," jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mulai mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Menurut pengamatan di lokasi pada hari Kamis (8/1/2026), sebanyak tiga unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar tersebut. Alat berat tersebut digunakan untuk memindahkan limbah ke truk-truk pengangkut yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Situasi ini berbeda dibandingkan dengan hari sebelumnya, ketika hanya terlihat satu mesin berat yang berfungsi di lokasi tersebut. Beberapa tumpukan sampah juga mulai mengalami penurunan tinggi jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Meskipun demikian, situasi jalan di sekitar TPS masih tampak basah dan licin karena sisa-sisa sampah yang berserakan di jalan. Selama proses pengangkutan, masih terlihat beberapa warga yang membuang sampah di area itu.




Penulis                        RDS

Nara Sumber              SUDIN ( LH )


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon