Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Tanggul Kalimalang Rusak, Ratusan Rumah di Karawang Terendam Banjir

 

Tanggul irigasi Kalimalang atau Tarum Barat jebol dan menyebabkan ratusan warga terdampak banjir di Desa Margakarya, Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat,

Blogger.com --- Ratusan rumah terendam air banjir hingga runtuh karena pecahnya tanggul irigasi Kalimalang, di Desa Margakarya, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (16/1/2025). Runtuhnya tanggul tersebut mengakibatkan air mengalir ke sipon sekunder Cisalak dan memengaruhi ratusan penduduk yang tinggal di sepanjang tepi Sungai Cisalak.

Dimulai dari terjadinya banjir hingga robohnya bangunan akibat kedekatannya dengan lokasi tanggul yang rusak. Tati, seorang penduduk, menyatakan bahwa banjir yang disebabkan oleh jebolnya tanggul ini adalah yang pertama kali terjadi. Apabila sungai mengalami banjir, biasanya tidak sebesar saat ini. "Sepertinya mereka yang paling menderita harus tinggal sementara di rumah saudara-saudara mereka," kata Tati.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang menerima laporan mengenai tanggul yang jebol sekitar pukul 05. 30 WIB. Tinggi air yang merendam perkampungan sampai Jumat (16/1/2026) hampir mencapai 70 sentimeter. "Ada kira-kira 400 keluarga yang terpengaruh," ungkap Usep saat mengunjungi tanggul yang jebol.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, telah memberikan instruksi kepada Dinas PUPR untuk membangun tanggul sementara dengan menggunakan bronjong guna mengatasi kerusakan tanggul yang jebol. Kegiatan ini dilakukan setelah mengunjungi Desa Margakaya, Kampung Badami, Kecamatan Telukjambe Barat, yang terkena dampak banjir akibat rusaknya tanggul irigasi Tarum Barat.

Saat ini, berbagai jenis material seperti batu dan kayu sudah tiba di lokasi. Sementara waktu, Pemerintah Kabupaten Karawang memanfaatkan material tersebut untuk mengontrol aliran, sehingga air tidak mengalir terlalu deras ke area permukiman penduduk. "Aep menyatakan bahwa ia telah menghubungi BBWS untuk mengurangi debit air. Hari ini, sebaiknya kita tidak membahas kewenangan siapa, yang terpenting adalah bagaimana masalah ini dapat segera diatasi. "

Selain itu, Aep juga memberikan arahan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang serta kepada anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial untuk tetap waspada di lokasi-lokasi yang terdampak.

Aep juga meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tanggul-tanggul sungai yang telah berusia lama.

Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya kejadian tanggul bocor yang dapat menyebabkan banjir dan merugikan masyarakat dalam jangka waktu yang akan datang. Menurut Aep, keadaan tanggul yang sudah tua dan kurang terawat dapat menjadi bahaya yang serius, terutama saat hujan deras.

Oleh karena itu, Aep mengharapkan BBWS Citarum untuk memberikan prioritas pada perbaikan dan penguatan infrastruktur yang mengendalikan banjir di beberapa lokasi yang berisiko, terutama di Kabupaten Karawang.

“Saya berharap, ini sudah menjadi tanggung jawab BBWS, jadi silakan pelajari. ” "Ini adalah tanggul yang sudah ada sejak lama, jadi mohon untuk diperiksa, agar tidak terjadi kebocoran air di masa depan," ujar Aep.

Pemerintah Kabupaten Karawang, menurut Aep, siap untuk berkolaborasi dan memberikan dukungan kepada BBWS Citarum guna memastikan keselamatan masyarakat serta melindungi area pertanian dan pemukiman dari risiko banjir.



Nara Sumber                TI / AP

Penulis                           RDS



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon