Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Tanggul Sungai Citarum di Muara Gembong Bekasi mengalami kerusakan, menyebabkan 553 kepala keluarga terdampak oleh banjir.

 

Kondisi Tanggul Sungai Citarum di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi yang jebol akibat debit sungai yang meningkat dan tanggul yang sudah lapuk.

Bloggger.com --- Tanggul yang menahan air Sungai Citarum di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, rusak karena tingginya aliran air pada Selasa (20/1/2026) pagi hari.

Situasi ini semakin buruk akibat kondisi tanggul yang dilaporkan telah berada dalam keadaan rentan, kritis, dan usang. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengungkapkan bahwa meluapnya Sungai Citarum mengakibatkan ratusan keluarga terkena dampak banjir.

Pemerintah daerah mencatat ada 553 kepala keluarga (KK) yang terpengaruh akibat meluapnya air sungai tersebut. "Air kemudian memenuhi kawasan permukiman penduduk dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter," ujar Dodi.

Di Kampung Bendungan RT 03/05, terdapat 141 kepala keluarga yang terkena dampak banjir.

Di Kampung Gedung Cinde RT 01/05, terdapat 105 kepala keluarga yang tinggal di area tanggul yang sangat kritis.

Di Kampung Singkil RT 02/06, tercatat sebanyak 152 Kepala Keluarga yang terdampak.

Selanjutnya, di Kampung Gedung Bokor RT 03/03 terdapat 30 kepala keluarga, sedangkan di Kampung Biyombong RT 03/06 terdapat 125 kepala keluarga yang terkena dampak banjir.

Dodi menjelaskan bahwa banjir terjadi karena aliran Sungai Citarum meningkat, yang mengakibatkan tanggul penahan air jebol sepanjang sekitar delapan meter.

Namun, sampai saat ini, BPBD belum mendapatkan laporan mengenai adanya warga yang mengungsi atau mengalami cedera maupun kehilangan jiwa.

“Pada saat ini, masyarakat masih berada di rumah dan keadaan air masih meluap,” kata Dodi.

Dalam situasi darurat, BPBD Kabupaten Bekasi telah melakukan koordinasi serta pengumpulan data bersama dengan aparat desa, pengurus RT/RW, dan elemen kewilayahan lainnya.

Dodi menyatakan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengenai penanganan tanggul yang jebol tersebut.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memberikan bantuan makanan dan barang lainnya kepada masyarakat yang terkena dampak banjir. "Kami telah melakukan koordinasi dengan BBWS Citarum agar masalah ini segera ditangani. "

"Sebagai langkah penanganan sementara, kami telah mengirimkan karung, bronjong, terpal, makanan siap saji, air mineral, dan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," jelas Dodi.

Dodi menyatakan bahwa saat ini BPBD Kabupaten Bekasi sedang menyiagakan petugas di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air sungai.

"Dodi menyarankan agar dibangun turap permanen di sepanjang tepi Sungai Citarum guna mencegah kejadian serupa terjadi lagi. "






Penulis                                R . Dede Sudrajat

Nara Sumber                       Dodi




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon