Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Tebingan di Mulyaharja Kota Bogor Longsor, Dua Bocah Tertimbun, Begini Kondisinya Sekarang

 

Kondisi tebingan di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, yang longsor pada Jumat, 9 Januari 2026.

Bogor, Blogger.com  - Tebingan di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengalami longsor pada hari Jumat, 9 Januari 2026.

Kejadian ini menyebabkan dua anak di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, tertimbun oleh material yang longsor.

Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menjelaskan bahwa material yang turun menimpa bangunan yang berada tepat di bawah tebing tersebut.

“Dalam insiden itu, ada satu anak berusia 4 tahun dan satu lagi 5 tahun yang tertimbun oleh material longsoran,” ungkap Dimas saat ditemui di lokasi kejadian.

Tim langsung melakukan pencarian untuk menemukan kedua korban. Tidak lama setelah itu, mereka berhasil ditemukan. Saat ini keduanya sedang dibawa ke RS UMMI.

Anak yang berusia empat tahun mengalami sedikit kesulitan untuk ditemukan. Tim BPBD Kota Bogor memerlukan waktu tambahan untuk mencarinya.

“Namun pada akhirnya, mereka berhasil diselamatkan. Saat ini mereka sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit,” jelas Dimas kepada para awak media.

Pemerintah Kota Bogor juga menyediakan fasilitas berupa Hunian Sementara (Huntara). Mereka diarahkan untuk tinggal di sebuah kontrakan untuk sementara waktu.

“Hal ini bertujuan agar aktivitas mereka dapat berjalan dengan baik dan mempermudah pemantauan terhadap kondisi korban,” kata Dimas saat ditanya lebih lanjut.

Pengaturan kebutuhan logistik dan kebutuhan lainnya akan dikoordinasikan dengan dinas terkait, dan semua itu akan berada di bawah pengawasan Camat setempat.

“Semua langkah penanganan akan dilakukan bersama BPBD, Tagana, dan pihak-pihak terkait lainnya,” tambahnya.






Penulis                                 Raden Dede Sudrajat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon