Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Tim SAR berhasil menemukan sembilan jenazah pada hari ketiga pencarian usai longsor di Cisarua, sehingga total jenazah yang ditemukan kini berjumlah 34

 

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana saat menggelar konferensi pers di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (26/1/2026)

Kabupaten Bandung Barat, Blogger.com --- Tim SAR bersama-sama menghentikan operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada hari ketiga, Senin (26/1/2026).

Pada hari ketiga ini, tim pencarian dan penyelamatan yang terdiri dari beberapa pihak berhasil mengumpulkan 9 kantong jenazah dari dua sektor dalam area pencarian di lokasi longsor.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana menyatakan bahwa sembilan kantong jenazah yang ditemukan hari ini segera diangkut ke posko Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda Jawa Barat, yang terletak di Puskesmas Desa Pasirlangu, untuk menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

"Kami melaporkan perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan, yaitu penemuan yang terjadi pada hari ketiga ini. Kami telah menemukan 9 kantong jenazah yang telah diserahkan kepada tim DVI Polda Jawa Barat," kata Ade dalam konferensi pers, Senin (26/1/2026).

Dengan penemuan 9 kantong jenazah pada hari ketiga ini, total Tim SAR yang bekerja sama berhasil mengangkat 34 kantong jenazah sejak hari pertama.

Sehingga total penemuan body pack per hari ini adalah 9 body pack, yang telah kami serahkan kepada DVI Polda Jawa Barat. "Jadi, jumlah total penemuan body pack dari hari pertama hingga hari ketiga adalah 34 body pack," ujar Ade. Ia menyampaikan bahwa sembilan jenazah korban longsor yang telah ditemukan terkumpul di wilayah pencarian sektor A1 dan A2.

Dua sektor tersebut telah diidentifikasi sebagai lokasi dengan banyak permukiman yang terkena material longsor. Sembilan temuan tersebut berada di sektor alpha 1 hingga alpha 2, yang diperoleh dari informasi awal yang disampaikan oleh Kepala Desa di Pasirlangu.

Informasi yang diperoleh pada awalnya menunjukkan bahwa terdapat banyak rumah yang terkena dampak, sehingga kami memusatkan upaya pencarian dari hari pertama hingga hari ketiga ini," ungkap Ade.

Hingga saat ini, Tim SAR telah menerima laporan mengenai 17 jenazah dari 34 kantong jenazah yang telah diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jabar. "Sebanyak 17 korban telah dikembalikan kepada keluarga mereka untuk proses pemakaman," ujarnya.



Nara Sumber                 Ade Dian Permana


Penulis Berita                Raden Dede Sudrajat






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon