Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Tingkat Banjir di Jakarta Semakin Meningkat, Berikut Daftar 125 RT dan 14 Ruas Jalan yang Terendam Air.

 

Warga membantu pengendara sepeda motor yang mogok saat menerobos banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Banjir setinggi 50-60 cm akibat hujan berintensitas tinggi serta buruknya sistem drainase tersebut membuat sejumlah kendaraan mogok dan lalu lintas terganggu

Blogger.com ----- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa sebanyak 125 rukun tetangga (RT) dan 14 ruas jalan di Jakarta pada hari Jumat (23/1/2026) mengalami genangan air banjir akibat curah hujan yang tinggi yang melanda kawasan Ibu Kota dan sekitarnya. "BPBD melaporkan bahwa pada saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan yang terendam, berdasarkan data yang diperoleh pukul 06. 00 WIB," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, pada hari Jumat.

Sebelumnya, pada hari Jumat pukul 03. 00 WIB, banjir di Jakarta telah menggenangi 106 RT dan 14 jalan. Dengan demikian, terdapat 21 lokasi banjir baru yang teridentifikasi dalam waktu tiga jam terakhir.

Jakarta Barat (38 RT)

  • Kelompok Duri Kosambi: 5 RT, ketinggian 50–80 cm, disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan meluapnya Kali Angke.
  • Kelurahan Kapuk: 3 RT, ketinggian 40–65 cm, disebabkan oleh hujan lebat.
  • Kelurahan Kedaung Kali Angke: Terdapat 8 RT, dengan ketinggian 80 cm, dan tingkat curah hujan yang tinggi.
  • Kelurahan Rawa Buaya: 7 Rukun Tetangga, dengan ketinggian antara 45 hingga 150 cm, serta memiliki curah hujan yang tinggi.
  • Kelurahan Kedoya Selatan: Terdapat 4 Rukun Tetangga (RT), dengan ketinggian mencapai 80 cm, curah hujan yang tinggi, serta banjir dari Kali Pesanggrahan.
  • Kel. Kedoya Utara: 7 RT, dengan ketinggian 15–80 cm, memiliki curah hujan yang tinggi.
  • Kel. Sukabumi Utara: 1 RT, tinggi 30 cm.
  • Kelurahan Kembangan Selatan: 1 RT, dengan ketinggian 35 cm, memiliki curah hujan yang tinggi serta mengalami luapan dari Kali Pesanggrahan.
  • Kelurahan Meruya Selatan: 1 RT, tinggi 60 cm.
  • Kelurahan Kota Bambu Selatan: 1 RT, dengan ketinggian 50 cm.

Jakarta Selatan (55 Rukun Tetangga)

  • Kelurahan Pondok Labu: 1 RT, tinggi 20 cm, intensitas hujan tinggi serta meluapnya Kali Krukut.
  • Kelurahan Petogogan: 26 Rukun Tetangga, dengan ketinggian 30 cm.
  • Kel. Cipulir: 1 RT, tinggi 90 cm.
  • Kelurahan Pondok Pinang: 4 RT, tinggi 50 cm
  • Kel. Pela Mampang: 9 RT, tinggi 75 cm.
  • Kel. Duren Tiga: 1 RT, elevasi 40 cm
  • Kelurahan Cilandak Timur: 2 Rukun Tetangga, tinggi 50 cm
  • Kel. Pejaten Timur: Terdapat 3 RT, dengan ketinggian 50 cm.
  • Kelurahan Ulujami: 8 Rukun Tetangga, ketinggian 70 cm.

Jakarta Timur (30 RT)

  • Kelurahan Rawa Terate: 1 RT, tinggi 80 cm.
  • Kelurahan Bidara Cina: 4 Rukun Tetangga, dengan ketinggian 40–60 cm.
  • Kelurahan Cipinang Muara: 2 RT, dengan ketinggian 60 cm.
  • Kel. Kampung Melayu: 4 RT, tinggi 75–100 cm.
  • Kelurahan Cipinang Melayu memiliki 19 Rukun Tetangga, dengan ketinggian antara 30 hingga 90 cm.
  • Kelurahan Makasar: 4 Rukun Tetangga, tinggi 30 cm.

Jakarta Utara (2 Rukun Tetangga)

  • Kel. Kapuk Muara: 2 RT, tinggi 40 cm.

Tempat penampungan di Jakarta Barat

  • Kelurahan Kedaung Kali Angke: Masjid Jami Al Khaeer, 11 Kartu Keluarga (28 individu)
  • Kel. Kota Bambu Selatan: Aula Rusunawa KS Tubun, 20 Kepala Keluarga (65 individu)

Jakarta Pusat

  • Kel. Karet Tengsin: RPTRA Segas RW 06 (60 individu), RPTRA Intiland RW 07 (19 individu), Aula Masjid Muhajirin RW 07 (56 individu), PAUD Nusantara RW 07 (78 individu), Pos RW 02 (12 individu)

Jakarta Timur, 

Kelurahan. Cipinang Melayu: Masjid Al Muqorrobin, 18 kepala keluarga (69 individu)

Jalan yang terkena genangan air (14 ruas)

Berbagai bagian jalan yang terkena dampak banjir meliputi:

  • Jl. Srengseng Raya, Jakarta Barat: 25 centimeter
  • Jl. Daan Mogot KM 13, Jakarta Barat: ukuran 30 cm
  • Jalan Pertenakan 2, Kecamatan. Kapuk, Jakarta Barat: ukuran 20 cm
  • Jalan Gotong Royong, Kelurahan. Kapuk: 40 sentimeter
  • Jalan Kapuk Bongkaran, Kelurahan. Kapuk: 40 cm Di depan RS Soeharto Heerdjan, Kel. Jelambar: 10 centimeter.
  • Jalan Taman Kota, Kelurahan. Kedaung Kali Angke: 20 cm Perum BTN Jalan. Delima VIII, Kel. Kembangan Utara: 35 sentimeter
  • Jalan Strategi Raya, Kelurahan. Joglo: 65 sentimeter
  • Jalan Basoka Raya, Kelurahan. Joglo: 65 sentimeter
  • Jl. Pulo Raya IV, Kecamatan. Petogogan: 50 sentimeter
  • Jalan Raya Cipinang Indah, Kelurahan. Pondok Bambu: 40 cm
  • Jl. Kebon Pala II RW 04, Kelurahan. Kebon Pala: 60 sentimeter
  • Jl. Kebon Pala II RW 05, Kecamatan. Kebun Pala: 40 cm

BPBD berupaya agar air genangan cepat surut sehingga kegiatan masyarakat dapat kembali normal.

BPBD DKI meminta kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya genangan. Jika terjadi situasi darurat, masyarakat dapat menghubungi nomor 112, yang merupakan layanan gratis dan tersedia sepanjang waktu.




Nara Sumber.         Isnawa adji

Penulis.            Raden Dede Sudrajat  






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon