Kode iklan di atas
Warga di Pamekasan Bersama-sama Membangun Jembatan dari Bambu, Tidak Ada Tindakan dari Pemerintah Sejak 2021
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Blogger.com -- Penduduk Dusun Lancaran, Desa Palengaan Dajah, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terpaksa mengumpulkan dana untuk membangun jembatan dari bahan bambu dan kayu karena mengalami kesulitan dalam akses menuju desa-desa lain pada Sabtu (17/1/2026). Penduduk setempat secara serentak meninggalkan aktivitas mereka dan memilih untuk berkolaborasi dalam pembangunan jembatan.
Selama empat tahun terakhir, mereka sudah mengalami masalah dalam akses menuju desa lain. Moh. Wasil, salah satu warga, mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
Sumber pembangunan berasal dari bambu, kayu, dan sumbangan uang dari warga. "Ada yang memberi kayu dan bambu. Ada pula yang membantu menyediakan makanan. Semua saling mendukung," ujarnya pada hari Sabtu.
Wasil menambahkan bahwa jembatan ini sebenarnya telah ada sejak lama. Namun, setiap tahun jembatan tersebut mengalami kerusakan karena terbuat dari kayu dan bambu.
Padahal, jembatan ini merupakan jalur utama dari Desa Palengaan Dajah menuju Desa Palengaan Laok. Wasil menjelaskan bahwa jembatan ini adalah satu-satunya jalan menuju pasar dan sekolah.
Semua aktivitas warga melibatkan jembatan tersebut. "Karena ini adalah jalur utama, kami selalu melakukan perbaikan. Sekarang kami membangunnya kembali," jelasnya.
Wasil menceritakan bahwa sebelumnya pernah ada jembatan, namun jembatan itu rusak pada tahun 2021. Sejak saat itu, tidak ada pembangunan jembatan baru dari pihak pemerintah. Karena itu, masyarakat berinisiatif untuk membangun jembatan dengan dana sumbangan setiap tahun. Menurutnya, warga juga sudah meminta bantuan kepada kepala desa setempat, tetapi pembangunan tidak kunjung terlaksana. "Sehingga warga terpaksa menyumbang demi akses menuju desa-desa lain. Lokasi ini kebetulan berada di perbatasan antara Desa Palengaan Dajah dan Desa Palengaan Laok," jelasnya.
Di tengah usaha mandiri ini, Wasil berharap akan ada perhatian dari pemerintah daerah. Dia ingin agar akses masyarakat tidak terganggu oleh pembangunan jembatan yang layak.
"Kami sudah lama mengajukan permohonan kepada kepala desa. Bahkan, sebelum pembangunan yang sekarang, kami juga menanyakan lagi. Namun, jawabannya masih tidak jelas," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Palengaan Daya, Syamsul Arifin, belum memberikan respon saat dihubungi untuk konfirmasi. Telepon dan pesan singkat dari Kompas. com masih belum mendapatkan jawaban.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar