Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Warga Kampung Sawah Cakung Memilih untuk Tetap Tinggal di Rumah Walaupun Sudah 4 Kali Terendam Banjir

 

Sejumlah rumah warga di kawasan Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, terendam banjir satu meter pada Kamis (29/1/2026).

Blogger.com ------- Banjir kembali menggenangi daerah tempat tinggal warga di Kampung Sawah, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Kamis (29/1/2026). Walaupun air mencapai ketinggian sekitar satu meter, sekelompok warga memutuskan untuk tetap tinggal di rumah mereka.

Salah satu penduduk RT 13/RW 02, Kelurahan Cakung Timur, yaitu Dewi, mengungkapkan bahwa banjir kali ini adalah yang keempat dalam beberapa waktu terakhir.

Setiap kali hujan turun dengan deras, air dari sungai di belakang rumahnya sering meluap dan merendam area pemukiman. "Sekitar pukul 06. 30 WIB, air ini perlahan-lahan mulai naik akibat dari hujan yang meluap. " "Sejak hari Minggu, telah terjadi empat kali banjir. Setiap kali hujan deras, air akan menggenang, tetapi kemudian surut dalam waktu lama," ujar Dewi saat dijumpai pada hari Kamis.

Meskipun sering terkena banjir, Dewi memutuskan untuk tidak pergi mengungsi. Ia dan keluarganya memilih untuk tetap tinggal di rumah dengan mengangkat perabot dan barang-barang ke lokasi yang lebih tinggi. "Kami tidak mengungsi, tetap bertahan di rumah, hanya menggunakan bale dan menempatkannya di atas segalanya," ujarnya.

Menurut pengamatan Kompas. com di lokasi pada hari Kamis, genangan air masih tampak menggenangi area permukiman warga dengan kedalaman sekitar satu meter. Beberapa warga terlihat sedang memindahkan peralatan elektronik dan barang berharga ke lokasi yang lebih aman.

Meskipun tingkat air cukup tinggi, beberapa penduduk masih tetap tinggal di dalam rumah sambil melindungi barang-barang mereka dari genangan air banjir yang belum sepenuhnya reda.






Nara Sumber.              Dewi ( Warga Sekitar )


Penulis Berita.             Raden Dede Sudrajat 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon