Kode iklan di atas
121 Ton Ikan Tewas Secara Mendadak di Waduk Saguling dan Cirata Disebabkan oleh Umbalan, Apa Itu?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Tangkapan layar video viral kematian ikan di keramba jaring apung (KJA) perairan waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, |
Blogger.com -------- Sebanyak 121,8 ton ikan di keramba jaring apung (KJA) Waduk Saguling dan Waduk Cirata, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengalami kematian dalam rentang waktu empat hari, yakni dari tanggal 24 hingga 27 Januari 2026. Kematian massal tersebut disebabkan oleh fenomena umbalan yang terjadi karena cuaca ekstrem, yang mempengaruhi kualitas air di waduk.
Data dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat menunjukkan bahwa angka kematian ikan tertinggi terjadi di Waduk Saguling dan menjangkau beberapa area perairan, yaitu Cililin, Cihampelas, Cipongkor, dan Saguling.
Beberapa lokasi dengan angka kematian tertinggi meliputi Blok Pakuwon yang mencapai 28 ton, Perlas 20 ton, dan Bojonglangkap 12,5 ton.
Jenis ikan yang paling sering mengalami kematian adalah ikan nila dan ikan mas yang dimiliki oleh para pengusaha budidaya keramba. Sementara itu, di Waduk Cirata, kematian ikan juga dilaporkan terjadi di beberapa blok perairan seperti Cibungur, Citatah, Sangkali, Cibogo, Gandasoli, Cigandu, dan Cipanas. Namun, jumlah kematian ikan di setiap lokasi tercatat di bawah satu kuintal.
Tanggapan dari Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan
Kepala Dispernakan Bandung Barat, Wiwin Aprianti, menyatakan bahwa kematian ikan secara massal terjadi hampir bersamaan di berbagai blok keramba dan berhubungan dengan fenomena umbalan. Yaitu pergerakan massa air dari dasar waduk ke permukaan yang mengangkut bahan berbahaya dan menurunkan level oksigen terlarut.
"Hal ini disebabkan oleh cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. " "Telah terjadi perubahan arah pergerakan massa air atau umbalan yang menyebabkan penurunan kualitas air yang signifikan, sehingga ikan tidak dapat bertahan," jelas Wiwin saat diwawancarai, Senin (2/2/2026).
Menurut beliau, kejadian ini berpengaruh langsung terhadap kegiatan budidaya dan menjadi indikator bahwa daya dukung perairan sedang mengalami tekanan. Dinas yang bersangkutan telah mengirimkan surat peringatan awal mengenai kemungkinan terjadinya kematian massal ikan di perairan umum kepada para pembudidaya keramba.
Imbauan tersebut meliputi penurunan kepadatan tebar serta peningkatan pengawasan terhadap kualitas air. Kami telah menyampaikan surat peringatan jauh sebelumnya. Kondisi cuaca, pergerakan air, dan beban pada keramba harus diperhatikan. "Apabila kapasitas tampungan waduk terlampaui, risikonya dapat menyebabkan terjadinya kematian dalam jumlah besar seperti ini," ujar Wiwin.
Data mengenai kematian ikan dikumpulkan dari laporan para pengepul serta bagian dari pelaku budidaya keramba yang berada di wilayah Waduk Saguling dan Cirata. Dinas mengingatkan para pembudidaya agar tidak menambah kepadatan penebaran dalam waktu dekat dan tetap disiplin dalam melaksanakan langkah-langkah mitigasi.
“Kami mengimbau kepada para pembudidaya agar meningkatkan kewaspadaan dan secara teratur memeriksa kualitas air guna mengurangi kemungkinan terjadinya peristiwa serupa,” tegasnya.
Nara Sumber. Wiwin Aprianti ( Kepala Dispernakan Bandung Barat )
Penulis Berita. Raden Dede Sudrajat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar