Kode iklan di atas
Banjir Bandang di Majalaya, Bupati Bandung Memberikan Instruksi untuk Melakukan Normalisasi Sungai Cisunggalah.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kabupaten Bandung, Blogger.com ------ Runtuhnya bendungan Sungai Cisunggalah di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Kamis (12/2/2026) pagi hari, menyebabkan kawasan tersebut terkena banjir besar.
Menurut data penilaian dari BPBD, meluapnya air sungai yang membawa lumpur berdampak pada 310 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 660 orang. Selanjutnya, terdapat 5 unit rumah yang mengalami kerusakan parah dan 7 unit rumah yang mengalami kerusakan sedang.
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan instruksi agar lebar sungai dikembalikan ke ukuran aslinya serta melakukan relokasi sementara bagi warga yang tinggal di daerah berisiko. Hasil dari tinjauan lapangan menunjukkan bahwa meluapnya air disebabkan oleh penyempitan badan sungai yang sudah tidak mampu menampung aliran air yang masuk.
Dadang menekankan bahwa cara yang tepat untuk jangka panjang di daerah tersebut adalah menormalkan aliran sungai. Ia memohon kepada pihak aparat desa untuk segera berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum guna memulihkan fungsi teknis dari sungai tersebut.
"Saya meminta agar Kepala Desa segera menyelenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) bersama Camat dan pihak BBWS untuk merealisasikan pelebaran ini," ujar Dadang saat melakukan peninjauan di lokasi yang terdampak, Jumat (13/2/2026).
Terhambatnya Aliran Sungai akibat Penyempitan
Menurut Dadang, efektifitas aliran sungai terpengaruh oleh penyempitan di beberapa lokasi. Oleh karena itu, ia mengajak desa-desa lain di Kabupaten Bandung yang menghadapi masalah serupa untuk segera melakukan penilaian mandiri melalui forum musyawarah agar fungsi sungai dapat kembali berjalan dengan baik.
Pemerintah daerah telah menyusun rencana dukungan bagi warga yang terkena dampak, seperti perbaikan rumah yang mengalami kerusakan, yang akan menerima bantuan untuk perbaikan secara menyeluruh.
Sementara itu, rumah yang mengalami kerusakan dalam kategori sedang dan ringan juga akan mendapatkan kompensasi stimulus. Selain itu, penduduk yang tinggal di tepi sungai akan dipindahkan untuk sementara waktu.
Pengurangan Risiko Bencana
Selain langkah-langkah teknis, Dadang menekankan pentingnya mitigasi bencana yang melibatkan masyarakat. Ia mengimbau kepada warga yang tinggal di dekat bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada saat hujan deras. Kami mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut.
Namun, yang paling penting di masa depan adalah bagaimana penilaian dan pengurangan risiko bencana dilakukan. "Kesadaran masyarakat untuk tidak membangun bangunan terlalu dekat dengan tepi sungai sangat penting untuk keselamatan bersama," ujar Dadang.
Sementara itu, Camat Majalaya, Rofiran, menyatakatn bahwa perhatian utama dalam penanganan saat ini adalah menutup bagian tanggul yang jebol untuk mencegah terjadinya banjir berikutnya.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah melaksanakan penilaian teknis di lokasi, "Lebar tanggul yang mengalami kerusakan awalnya sekitar 5 sampai 6 meter. " Namun, sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan luapan susulan apabila curah hujan meningkat lagi, area kerja diperluas hingga 10-12 meter," ucap Rofiran.
Penanganan darurat dilaksanakan secara bersama-sama oleh personel TNI, Polri, relawan, dan masyarakat dengan memanfaatkan geobag serta membuat cerucuk kayu untuk berfungsi sebagai penahan tanah sementara.
Nara Sumber. Dadang Supriatna ( Bupati Bandung )
Rofiran ( Camat Majalaya )
Penulis Berita. Raden Dede Sudrajat
Referensi. Bandung.kompas.com
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar