Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Banjir di Pekalongan Menggenangi Ribuan Rumah, Ratusan Warga Masih Mengungsi

 

Wagub Jateng Taj Yasin langsung menyambangi Posko Pengungsian Masjid Al Karomah, Jalan Raya Tirto Raya, Kecamatan Pekalongan Barat, Senin (19/1/2026)

Blogger.com ------- Sudah lebih dari dua minggu, banjir masih menggenangi beberapa daerah di Kota Pekalongan hingga hari Minggu (1/2/2026). Laporan dari BPBD Jawa Tengah mencatat bahwa sebanyak 35. 993 keluarga (KK) terpengaruh, dengan 14. 397 rumah yang terendam air setinggi 10–50 cm. Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jawa Tengah, Armin Nugroho, menjelaskan bahwa ratusan warga masih berada di tempat-tempat pengungsian.

"Sebanyak 297 orang masih berada di lima lokasi penampungan, meskipun sebagian warga sudah mulai kembali ke tempat tinggal mereka," kata Armin ketika dikonfirmasi, pada hari Minggu (1/2/2026).

Genangan air masih ada di beberapa area dengan kedalaman antara 10 sentimeter hingga 50 sentimeter, sehingga kegiatan masyarakat belum sepenuhnya pulih.

BPBD bersama pihak terkait terus melakukan pengawasan terhadap daerah yang terdampak, mendata jumlah pengungsi, serta mendistribusikan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Selain itu, upaya pompanisasi diperkuat agar banjir cepat surut. Armin menekankan bahwa kesiapsiagaan sangat penting karena kemungkinan curah hujan yang tinggi masih ada di daerah Pekalongan.

Pada hari Jumat, tanggal 23 Januari 2026, total pengungsi mencapai 2. 242 orang yang tersebar di 27 lokasi pengungsian. Seorang warga yang terkena dampak banjir, Sujatmiko (60 tahun), menyatakan bahwa penyebab banjir tersebut adalah jebolnya tanggul Sungai Bremi, yang diperburuk oleh curah hujan

Penyebab terjadinya banjir adalah karena tanggul Sungai Bremi mengalami kerusakan. Air mengalir, menyebar, ditambah dengan hujan. Air masih terhenti hingga saat ini. "Rumah saya terendam air, hanya bagian atap gentengnya yang terlihat," katakannya. Ia menyatakan bahwa keadaan konsumsi dan penggunaan obat-obatan di tempat pengungsian tergolong aman.

Tempat ini aman, di mana kita dapat saling mendukung. Semoga di masa mendatang tidak terjadi banjir lagi. Daerah Tirto ini telah menjadi langganan banjir sejak lama, namun yang terjadi sekarang merupakan yang paling parah," kata Sujatmiko. 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memutuskan untuk memperpanjang kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di daerah Pantura. Pada awalnya, OMC direncanakan berlangsung dari tanggal 15 hingga 20 Januari, tetapi sekarang diperpanjang sampai tanggal 24 Januari karena sejumlah daerah masih mengalami banjir dan kemungkinan hujan yang sangat deras masih tinggi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyatakan bahwa OMC akan menyesuaikan dengan perubahan cuaca sesuai dengan informasi yang diperoleh dari BMKG. "Operasi Modifikasi Cuaca telah berlangsung hingga tanggal 24 Januari, dan direncanakan untuk diperpanjang, namun masih menunggu perkembangan cuaca dari BMKG," kata Taj Yasin setelah menerima kunjungan kerja dari Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada hari Kamis, 22 Januari 2026.





Nara Sumber                    Sujatmiko ( Warga Sekitar )

                                            Armin Nugroho ( BPBD Jawa Tengah )

                                            Taj Yasin ( Wakil Gubernur Jawa Tengah )


Penulis Berita.                 Raden Dede Sudrajat








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon