 |
| Sejumlah pengendara sepeda motor menerobos genangan air setinggi 10–30 sentimeter di Jalan Kali Abang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat (20/2/2026) |
Kota Bekasi, Blogger.com ------ Hujan lebat yang melanda Kota Bekasi mulai Kamis (19/2/2026) malam mengakibatkan Jalan Kali Abang Tengah, RT 001/RW 006, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, terendam banjir pada hari Jumat (20/2/2026) pagi.
Banjir dengan ketinggian antara 10 hingga 30 sentimeter meliputi hampir seluruh permukaan jalan, khususnya di depan SPBU Pertamina 34-17140.
Menurut pengamatan Kompas. com sekitar pukul 09. 15 WIB, air yang berwarna cokelat mengalir perlahan mengikuti bentuk jalan. Di beberapa area terdalam, permukaan aspal sudah tidak tampak lagi.
Situasi ini menjadi lebih buruk karena adanya lubang di jalan yang tertutup air genangan, sehingga dapat membahayakan keselamatan pengendara. Kendaraan motor, mobil pribadi, dan kendaraan besar harus mengurangi kecepatan saat melalui jalan tersebut.
Sekelompok pengendara sepeda motor terlihat dengan cermat menjaga keseimbangan saat melewati genangan air. Sementara itu, mobil dan kendaraan besar bergerak pelan untuk menghindari percikan air yang terlalu tinggi.
Sebagian pengemudi lebih memilih untuk melewati sisi jalan yang memiliki genangan air yang lebih sedikit. Walaupun lalu lintas terlihat terus berjalan, kecepatan kendaraan jauh lebih lambat daripada keadaan normal.
Penduduk menyatakan bahwa daerah tersebut sering mengalami genangan air.
Seorang pengguna jalan, Robby (28), menyatakan bahwa bagian Jalan Kali Abang Tengah sering kali terkena banjir setiap kali hujan lebat turun.
Sungguh, di lokasi ini sering kali terjadi banjir ketika hujan turun dengan lebat. "Umumnya, air akan surut beberapa jam setelahnya," kata Robby saat dijumpai di lokasi pada hari Jumat.
Menurut pendapatnya, genangan air tersebut cukup mengganggu kegiatan masyarakat dan pengguna jalan, khususnya pada saat jam masuk dan keluar kerja.
Jika jalanannya tergenang, tentu pengendara akan melaju dengan pelan. "Hal ini sering menjadi penyebab kemacetan," ujar Robby.
Pernyataan yang sama disampaikan oleh Linda (36), seorang penduduk setempat. Ia mengamati bahwa genangan disebabkan oleh saluran air atau drainase yang tidak berfungsi dengan baik pada saat hujan deras.
Seringkali, hal ini disebabkan oleh saluran air yang tidak sepenuhnya berfungsi dengan baik dalam menyerap air. “Oleh karena itu, air tersebut meluap ke jalan,” ujar Linda.
Ia menambahkan bahwa saat hujan berlangsung dalam waktu yang lama, air dengan cepat menggenangi jalan karena aliran tidak lancar, Meskipun demikian, genangan biasanya akan surut dalam beberapa jam setelah hujan berhenti.
Penduduk mengharapkan adanya perbaikan pada sistem drainase di sekitar area tersebut agar genangan air tidak terjadi lagi setiap kali hujan lebat menyiram wilayah tersebut.
Apabila memungkinkan, saluran tersebut sebaiknya diperbaiki. “Siapa yang tahu jika aliran berjalan baik, airnya tidak mengalir ke jalan,” kata Linda.
Nara Sumber Robby ( Seorang Pengguna Jalan ).
Linda ( Warga Dilingkungan Setempat ).
Penulis Berita R. Dede Sudrajat
Referensi Megapolitan.kompas.com
Komentar
Posting Komentar