Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Banjir yang disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Demak mulai berkurang, dan warga telah kembali ke rumah mereka.

 

Kondisi Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, air masih menggengenang di sejumlah titik pemukiman, 

Demak, Blogger.com  -------- Banjir di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mulai mengalami penurunan, pada hari Kamis (19/2/2026).

Banjir terjadi karena jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada hari Senin (16/2/2026), yang menyebabkan meluapnya air dan menggenangi beberapa pedukuhan di Desa Kebonagung dan Desa Pilangwetan.

Air sempat mencapai ketinggian setara perut orang dewasa, sehingga memaksa puluhan warga untuk dievakuasi dengan menggunakan perahu karet.

Penduduk Mulai Kembali dan Melakukan Pembersihan

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kebonagung, Yogi Setiawan Widi Nugroho, menyampaikan bahwa warga Desa Kebonagung yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke kediaman mereka masing-masing.

"Sebagian besar telah kembali ke rumah mereka masing-masing, dan situasinya sudah mulai pulih," ujarnya melalui telepon pada hari Kamis.

Ia menjelaskan bahwa sejak pagi hari Selasa, air mulai berkurang, dan warga secara perlahan kembali ke rumah untuk membersihkannya.

Pengungsi terakhir yang terdata terdiri dari tujuh orang lansia yang masih berada di gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kebonagung pada Rabu (18/2/2026), "Di gedung KDMP ada tujuh orang lansia," jelas Yogi.

Air Mengalir Menuju Grobogan

Sebelumnya, Kepala Desa Kebonagung, Turyadi, menyatakan bahwa banjir dapat surut dengan cepat karena sebagian dari air tersebut mengalir ke daerah Kabupaten Grobogan.

Ia tidak memberikan rincian tentang jumlah warga yang pernah mengungsi. Namun, hingga siang hari Rabu, masih terdaftar sekitar 14 individu yang tinggal di tempat pengungsian. "Pada saat ini, jika tidak keliru, hanya tersisa 14 yang masih bertahan di KDMP itu," ujarnya pada siang hari Selasa.




Nara Sumber          Yogi Setiawan Widi Nugroho ( Pelaksana Tugas (Plt) 

                             Camat Kebonagung )


Penulis Berita         Raden Dede Sudrajat


Referensi               Regional.kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon