Kode iklan di atas
Bencana Melanda Kota Bogor Awal 2026, Cuaca Ekstrem Menjadi Faktor Utama
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Sejumlah kejadian bencana yang terjadi di Kota Bogor, sepanjang Februari 2026. |
Blogger.com ------ Tingkat kejadian bencana di Kota Bogor selama awal tahun 2026 dianggap cukup tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat sebanyak 171 peristiwa bencana yang terjadi dalam rentang waktu dari 1 Januari hingga 19 Februari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyatakan bahwa sebagian besar insiden didominasi oleh bencana hidrometeorologi, khususnya cuaca ekstrem dan longsor tanah.
Menurut informasi dari BPBD, dari keseluruhan 171 peristiwa, cuaca ekstrem berada di urutan teratas dengan 82 peristiwa. Selanjutnya, tanah longsor tercatat sebanyak 81 peristiwa, diikuti oleh kategori lain sebanyak tujuh peristiwa, dan banjir dengan satu peristiwa. Hal ini disampaikan melalui pernyataan tertulis pada Jumat, 20 Februari 2026.
Dari segi wilayah, Bogor Selatan merupakan area yang paling rentan dengan 48 insiden.
Diikuti oleh Bogor Barat dengan 37 peristiwa, Tanah Sareal dengan 31 peristiwa, Bogor Utara dengan 30 peristiwa, Bogor Tengah dengan 16 peristiwa, dan Bogor Timur dengan sembilan peristiwa.
Dari segi dampak, terdapat 65 rumah yang terpengaruh, dengan rincian tiga rumah mengalami kerusakan berat, 50 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 12 rumah mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, dampak terhadap masyarakat mencakup 620 orang yang berasal dari 187 kepala keluarga.
"BPBD mencatat adanya tiga korban yang meninggal dunia, empat orang mengalami luka ringan, dan satu orang mengalami luka berat," tulisnya. Khusus untuk periode 1–19 Februari 2026, BPBD melaporkan telah terjadi 43 peristiwa bencana, dengan rincian 29 kejadian akibat cuaca ekstrem, 10 kejadian tanah longsor, dan empat kejadian lainnya.
Distribusi kejadian pada bulan Februari tergolong seimbang. Bogor Barat, Tanah Sareal, Bogor Utara, dan Bogor Selatan masing-masing mencatat sembilan insiden. Di Bogor Tengah terdapat lima kejadian, sementara di Bogor Timur terdapat dua kejadian.
Dampak pada bulan Februari mencakup 20 rumah yang terpengaruh, dengan rincian satu rumah mengalami kerusakan berat, 15 rumah mengalami kerusakan sedang, dan empat rumah mengalami kerusakan ringan. Jumlah penduduk yang terdampak mencapai 179 orang dari 57 kepala keluarga.
Pada periode ini, tercatat satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka serius. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bogor menangani berbagai insiden yang disebabkan oleh cuaca ekstrem di berbagai lokasi pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
Beberapa contoh kejadian tersebut termasuk pergeseran tanah di RT 003/RW 006 Kelurahan Cipaku, lahan yang ambles di Gang Dodol Kelurahan Rancamaya, serta pohon yang tumbang di daerah Tajur dan Ciparigi.
Selain itu, angin yang kuat juga mengakibatkan beberapa atap rumah terangkat oleh angin di Kelurahan Ciparigi dan Kencana, serta terjadinya tanah longsor di daerah Batutulis.
"BPBD mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada saat puncak musim hujan, khususnya bagi penduduk yang tinggal di area yang rentan terhadap longsor dan pohon tumbang," ujarnya.
Apabila terjadi situasi darurat, masyarakat dapat mengontak BPBD Kota Bogor melalui WhatsApp di nomor 0888-0911-2569 atau melalui akun media sosial resmi yang dimiliki oleh BPBD Kota Bogor.
Nara Sumber. Dimas Tiko Prahadisasongko ( Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor )
Penulis Berita. Raden Dede Sudrajat
Referensi. Radarbogor.jawapos.com
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar