Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Bulog dan Kementerian Agama menyelesaikan persiapan untuk ekspor beras ke Arab Saudi.

 

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani

Blogger.com ----- Perum Bulog, bersama dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), sedang menyusun rencana ekspor beras ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan para jamaah haji dan umrah, sebagai respons terhadap perintah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa mereka telah melaksanakan rapat koordinasi dengan Kemenhaj pada hari Selasa (3/2), sebagai forum penting untuk menyamakan kebijakan, menyiapkan aspek teknis, dan merumuskan langkah-langkah operasional.


"Tujuan dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa proses ekspor dilakukan tepat waktu, memiliki kualitas baik, dan memenuhi standar pasar internasional, terutama menjelang musim haji yang semakin dekat," tutur Rizal dalam pernyataan di Jakarta, pada hari Rabu.

Dia menyatakan bahwa dalam rapat koordinasi tersebut, pihaknya bersama Kemenhaj telah melakukan pembahasan secara menyeluruh mengenai persiapan ekspor beras, termasuk pemilihan dan penentuan standar kualitas beras, penentuan jenis kemasan yang tepat, penetapan harga, serta penyusunan jadwal pengiriman dan rencana distribusi yang efisien.

Rizal merasa yakin bahwa kesempatan ekspor beras pada tahun ini dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, dia mengharapkan dukungan dari semua kementerian dan lembaga, terutama dari Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Perdagangan.

“Syukur kepada Tuhan, kesempatan untuk mengekspor beras bagi kebutuhan haji tahun ini telah dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi, dan ini merupakan warisan bagi pemerintah untuk dapat melakukan ekspor beras,” ujarnya.

Lebih jauh, Rizal menyatakan bahwa pihaknya juga mengadakan pengujian tanak pada sejumlah sampel beras yang diusulkan untuk diekspor.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi tekstur, aroma, rasa, dan kualitas nasi setelah proses memasak, dengan tujuan untuk memastikan bahwa beras yang akan dikirim memenuhi selera konsumen dan standar kualitas premium.

"Hasil dari uji tanak ini merupakan salah satu dasar untuk menentukan jenis beras dan merek yang akan digunakan dalam program ekspor," ucap Rizal.

Ia menyampaikan dalam rapat koordinasi tersebut bahwa pihaknya juga menegaskan kesediaan Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan surplus beras nasional tahun 2025, yang merupakan indikasi keberhasilan dalam swasembada pangan serta membuka peluang strategis untuk memperluas peran sebagai pengekspor beras di pasar global.

Sementara itu, Jainul Efendi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, menegaskan betapa pentingnya ekspor beras lokal untuk kesejahteraan dan kesehatan jamaah Indonesia.

“Ini menjadi motivasi bagi kita semua, termasuk Bulog, Kementerian Perdagangan, dan semua pihak yang terlibat, untuk melakukan ekspor beras ke Arab Saudi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa jamaah dari Indonesia tidak terbiasa mengonsumsi nasi atau beras lainnya yang bukan berasal dari lokal, yang tentu saja dapat berdampak pada kesehatan mereka saat menjalankan ibadah,” ujar Jainul.




Nara Sumber         Ahmad Rizal Ramdhan (  Direktur Utama Bulog  )

                              Jainul Efendi ( Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji 

                              dan Umrah Kemenhaj        


Penulis Berita     Raden Dede Sudrajat



Referensi            Antaranews.com






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon