Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Bulog Sumut menyerap 1. 117 ton beras dari petani pada bulan Januari 2026.

 

 Seorang petani menunjukkan gabah kering panen (GKP) di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Blogger.com ---- Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah menyerap sebanyak 1. 117 ton gabah kering panen (GKP) dari para petani di daerah tersebut selama bulan Januari 2026.

"Kami telah melaksanakan penyerapan sebanyak 1. 117 atau 558 ton setara beras di berbagai wilayah di Sumatera Utara," ungkap Pemimpin Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, pada hari Rabu

Budi menyatakan bahwa penyerapan GKP terjadi di Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Selain itu, ia menyatakan bahwa pengumpulan gabah dari petani pada awal Januari belum optimal karena hasil panen dari petani di daerah tersebut masih terbatas.

"Diperkirakan bahwa masa panen padi, dengan puncak panen, akan berlangsung antara bulan Maret hingga Mei tahun 2026," jelasnya.

Budi menyatakan bahwa harga pembelian GKP sesuai dengan yang telah ditentukan oleh pemerintah, yaitu Rp6. 500 per kilogram, dari petani yang sudah menyiapkan beras dalam karung dan siap untuk diangkut ke pabrik penggilingan terdekat.

Ia akan menambahkan gabah yang dibeli dari petani, yang kemudian akan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat melalui program bantuan pangan, SPHP, dan juga sebagai bantuan beras ketika terjadi bencana alam.

"Saya menegaskan kepada para petani untuk segera melakukan panen padi ketika waktunya tiba agar hasil yang diperoleh menjadi optimal," ujarnya.

Bulog Sumut berencana untuk mengumpulkan sebanyak 62. 718 ton gabah kering panen untuk mempertahankan kestabilan harga di daerah tersebut pada tahun 2026.

Pihak tersebut mencatat bahwa pada tahun 2025, penyerapan GKP di Sumatera Utara mencapai 54. 000 ton, yang setara dengan 27. 000 ton beras, guna menjaga kestabilan harga.




Nara Sumber       Budi Cahyanto ( Pemimpin Wilayah Bulog Sumut )


Penulis Berita      Raden Dede Sudrajat


Referensi            Antaranews.com




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon