Kode iklan di atas
Cuaca yang sangat ekstrem mengancam Cianjur, warga yang masih tinggal di daerah berisiko tinggi diminta untuk tetap waspada.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Kondisi salah satu rumah warga di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang rusak diterjang tanah longsor, Selasa (3/2/20206) |
Blogger.com ---- Dalam kondisi cuaca yang sangat ekstrem saat ini, kemungkinan terjadinya bencana di beberapa daerah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tetap sangat tinggi.
Walaupun berada di area berisiko tinggi atau daerah yang rawan bencana, masih banyak penduduk yang hingga saat ini belum dipindahkan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Sudrajat, menyatakan bahwa beberapa tempat tinggal masyarakat masih berada di dekat lereng dan tepi sungai. Bahkan, beberapa di antara mereka berada di lokasi yang sebetulnya dilarang untuk dihuni setelah terjadinya gempa bumi beberapa waktu yang lalu.
Asep menjelaskan bahwa pemindahan warga tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa proses tersebut membutuhkan lahan yang siap dan aman, alokasi anggaran yang signifikan, serta proses sosial yang cukup panjang.
Berbagai tindakan pencegahan dapat dilaksanakan. "Asep menyatakan, 'Kami tidak seharusnya membuang sampah ke sungai, melainkan harus menjaga dan membersihkan saluran drainase, serta memperkuat kondisi bangunan,' saat ditemui oleh Kompas. com di kantornya pada Rabu, 4 Februari 2026. "
Larangan Memotong Pohon di Daerah Perbukitan
BPBD Cianjur mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat memperburuk bencana, seperti membuka lahan pertanian di daerah lereng dan menebang pohon-pohon keras.
Warga dihimbau untuk segera melakukan evakuasi secara mandiri saat terjadi hujan deras yang berlangsung lama. "Penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala awal bencana dan mengetahui rute evakuasi di daerah mereka," tegas Asep.
Untuk mendukung kesiapsiagaan itu, BPBD saat ini aktif memasang beberapa rambu peringatan di berbagai lokasi yang berisiko tinggi. Rambu-rambu tersebut mencakup papan yang menandakan daerah berisiko longsor, lokasi berisiko pohon tumbang, papan jalur evakuasi, serta petunjuk mengenai titik berkumpul.
"Tentu saja, upaya mitigasi bencana ini tidak hanya ditujukan bagi penduduk yang berada di zona merah, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Cianjur, mengingat Kabupaten Cianjur adalah daerah yang memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi," tambahnya.
Longsor di Campakamulya Merusak Masjid dan Madrasah
Kekhawatiran terhadap bencana ini terkonfirmasi dengan munculnya tanah longsor di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, pada hari Selasa (3/2/2026) sore.
Longsor tersebut menimbun serta merusak empat rumah penduduk, satu madrasah, satu masjid, dan sebuah bangunan untuk penggilingan padi. Walaupun tidak ada yang kehilangan nyawa dalam insiden ini, sebanyak 16 warga harus meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat yang lebih aman akibat kerusakan rumah yang parah.
Laporan dari BPBD menginformasikan bahwa tanah longsor telah menutupi sepenuhnya jalan, sehingga akses transportasi terhenti dan tidak bisa dilalui oleh semua jenis kendaraan.
Saat ini, terdapat 13 rumah di lokasi kejadian yang berada dalam kondisi sangat berisiko terkena longsor lagi jika hujan lebat terjadi kembali.
Nara Sumber Asep Sudrajat ( Sekretaris Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, )
Penulis Berita Raden Dede Sudrajat
Referensi Bandung.kompas.com
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar