Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

DLH dan PPJ Tidak Boleh Saling Menyalahkan Mengenai Sampah, Pansus DPRD Kota Bogor Sedang Menyusun Raperda Pasar Rakyat

 

Rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Bogor soal Raperda tentang Penyelenggaraan Pasar Rakyat.

Kota Bogor, Blogger.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Bogor telah mulai mempelajari Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Penyelenggaraan Pasar Rakyat.

Regulasi ini disusun untuk memperbaiki pengelolaan pasar yang selama ini dianggap tidak teratur dan banyak kotoran.

Ketua Pansus DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, mengemukakan bahwa inisiatif Raperda ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan menghentikan ego sektoral di antara berbagai instansi.

Salah satu contoh adalah antara DLH dan Perumda Pasar yang saling mengalihkan tanggung jawab terkait area kerja mereka, terutama mengenai penanganan tumpukan sampah.

"Pelayanan publik seharusnya tidak terpengaruh oleh kekurangan kepastian dalam kewenangan," ujar Banu kepada Radar Bogor, Jumat 20 Februari 2026.

Ia menyatakan bahwa di masa depan, setiap program revitalisasi pasar harus berlandaskan pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Setiap pasar perlu dibangun sesuai dengan rencana zonasi wilayah yang telah ditentukan.

"Kami tidak ingin ada pembangunan pasar yang melanggar peraturan zonasi. " "Spesifikasi bangunan juga perlu diperbaiki, mulai dari pencahayaan hingga kekuatan struktur," ujarnya dengan tegas.

Wakil Ketua Panitia Khusus, H. Muhamad Dody Hikmawan menjelaskan bahwa pengaturan dalam Raperda tidak hanya ditujukan untuk pasar rakyat, tetapi juga mengatur keseimbangan dengan pusat perbelanjaan dan toko swalayan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya ketimpangan baik dalam jumlah maupun dalam penyebarannya.

Kemajuan dalam perdagangan di Kota Bogor membutuhkan adanya keadilan. "Kita harus meningkatkan kemampuan bersaing pasar rakyat agar dikelola dengan cara yang profesional dan berkesinambungan," ungkap Dody.

Sementara itu, Anggota Panitia Khusus Hj. Hakanna menekankan pentingnya faktor kenyamanan fisik pasar. Ia berpendapat bahwa revitalisasi harus memastikan keselamatan bagi para pedagang dan pembeli, termasuk penyediaan area parkir yang cukup serta pengaturan perizinan yang teratur.

Dalam pertemuan kerja yang diadakan di Gedung DPRD Kota Bogor, Panitia Khusus memanggil beberapa perangkat daerah untuk menyelaraskan kewenangan.

Menghadiri diskusi tersebut adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas KUKM Dagin, Satpol PP Kota Bogor, Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, dan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ).


Nara sumber             H. Muhamad Dody Hikmawan ( Wakil Ketua Panitia Khusus ).

                                    Hj. Hakanna ( Anggota Panitia Khusus ).

                                    Banu Lesmana Bagaskara ( Ketua Pansus DPRD Kota Bogor ).


Penulis Berita.          Raden Dede Sudrajat 


Referensi.                  Radarbogor.jawapos.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon