Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

DVI Polda Jabar Menerima 99 Kantong Jenazah Korban Tanah Longsor di Cisarua, 80 Korban Telah Teridentifikasi.

 

Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat


Blogger.com ------ Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda Jawa Barat terus melaksanakan proses pengenalan korban akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Hingga hari Selasa (10/2/2026), tim DVI telah berhasil mengenali 80 jenazah dari keseluruhan 99 kantong jenazah yang diterima dari tim SAR yang bekerja sama.

"Semua jenazah yang belum teridentifikasi telah dibawa ke RS Sartika Asih dan disimpan di dalam kontainer dingin," ungkap Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Barat Kombes Pol Iwansyah di Bandung, pada hari Selasa, seperti yang dilaporkan oleh Antara.

Mengapa proses identifikasi memerlukan waktu yang cukup lama?

Iwansyah menjelaskan bahwa proses penentuan identitas korban longsor tidak bisa dipastikan selesai dalam waktu yang singkat. Hal ini sangat ditentukan oleh kesesuaian data pembanding, khususnya data DNA yang diambil dari anggota keluarga korban.

"Jika dari laboratorium DNA Polri sudah tersedia pembanding, kita segera membandingkan kesesuaian antara pelapor dan korban," ujarnya.

Menurutnya, sejak awal keluarga korban yang membuat laporan telah diminta untuk memberikan sampel DNA. Tahapan ini dilakukan guna mempercepat proses pencocokan serta memastikan ketepatan hasil identifikasi.

Apa saja tantangan yang dihadapi oleh tim DVI? Selain bergantung pada data perbandingan DNA, tim DVI juga menghadapi rintangan kondisi jenazah yang tidak selalu berada dalam keadaan utuh.

Sejumlah kantong jenazah mengandung potongan tubuh korban yang terpisah, sehingga diperlukan pemeriksaan yang lebih menyeluruh.

Dari 15 kantong jenazah yang sedang diperiksa, terdapat dua kantong yang berisi kulit kaki dan kulit tangan. “Semoga dapat dikenali,” ucap Iwansyah.

Ia menambahkan bahwa ada kemungkinan bagian tubuh itu tidak terkait dengan laporan orang hilang yang telah diterima.

Kondisi ini menyebabkan proses pencocokan DNA memerlukan waktu lebih lama karena harus menunggu sampel pembanding yang tepat atau menggunakan data tambahan.

Apakah layanan identifikasi masih tetap tersedia meskipun pencarian telah selesai?

Iwansyah menegaskan bahwa walaupun operasi pencarian korban longsor secara resmi telah dihentikan, layanan identifikasi korban oleh tim DVI masih tetap dilanjutkan.

Proses ini akan terus dilakukan sampai semua jenazah yang ada di RS Sartika Asih berhasil diidentifikasi.

"Secara resmi, operasi telah ditutup, namun layanan tetap kami buka hingga semua jenazah yang ada di RS Sartika Asih teridentifikasi," ujarnya.

Ia menekankan bahwa setiap hasil uji DNA yang telah sesuai dengan data keluarga pelapor akan segera disampaikan oleh pihak kepolisian.

Namun, jika hasil pencocokan belum menunjukkan kecocokan, proses pemeriksaan akan dilakukan kembali dengan menggunakan pembanding yang berbeda.



Nara Sumber                Kombes Pol Iwansyah

                               Kepala Bidang Kedokteran 

                                             dan 

                       Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Barat.


Penulis Berita               Raden Dede Sudrajat


Referensi                     Kompas.jawabarat




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon