Kode iklan di atas
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit bagi petani di Riau mengalami penurunan menjadi Rp3. 497,26 per kilogram.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
| Ilustrasi petani mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit seusai panen. |
Blogger.com ----- Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang diperoleh dari petani mitra swadaya di Provinsi Riau kembali turun sebesar Rp144,82 per kilogram, atau berkurang sebesar 3,98 persen dibandingkan periode sebelumnya, menjadi Rp3. 497,26 per kg.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, menyatakan bahwa penurunan tersebut terjadi pada kelompok usia 9 tahun, yang merupakan harga tertinggi. Penetapan ini berlaku selama satu minggu dari tanggal 25 Februari hingga 3 Maret 2026.
"Penurunan harga pada periode ini lebih disebabkan oleh turunnya harga CPO (minyak sawit mentah) dan kernel," ujarnya di Pekanbaru, Rabu.
Ia menjelaskan bahwa dalam periode penetapan ini, harga jual CPO tercatat menurun sebesar Rp 771,77 per kg, sehingga menjadi Rp 14. 142,50 per kg. Harga kernel mengalami penurunan sebesar Rp 74,00 per kg, sehingga menjadi Rp 13. 575,00 per kg.
Sementara itu, harga cangkang telah disesuaikan menjadi Rp 22,60 per kg, dan penetapan ini akan berlaku selama satu bulan ke depan.
Seperti halnya petani mandiri, harga pembelian TBS untuk mitra plasma dalam satu minggu ke depan juga mengalami penurunan menjadi Rp 3. 558,34/Kg. Hal ini disebabkan oleh penurunan harga CPO, sementara harga kernel meningkat.
Harga jual CPO pada minggu ini mengalami penurunan sebesar Rp670,01, sehingga menjadi Rp 14. 142,50 per kilogram. Sementara itu, harga kernel meningkat sebesar Rp 228,46 menjadi Rp 13. 575,00 per kg.
Dia menyatakan bahwa dalam menetapkan harga TBS di Provinsi Riau, pihaknya selalu melakukan perbaikan dalam pengelolaan agar penetapan harga tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku dan adil untuk kedua pihak yang bekerja sama.
Perbaikan dalam pengaturan penetapan harga ini adalah usaha yang serius dari semua pihak yang terkait, dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. "Komitmen bersama ini pada akhirnya pasti akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang berujung pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Nara Sumber Defris Hatmaja ( Kepala Bidang Pengolahan dan
Pemasaran Dinas Perkebunan Riau ).
Penulis Berita Raden Dede Sudrajat
Referensi Antaranews.com/Berita
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar