Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Hilang Ketika Mencari Besi, Penduduk Jonggol Ditemukan Tewas di Sungai Cipamingkis.

 

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban hilang di Sungai Cipamingkis, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/2/2026).

Blogger.com ------ Warga Sirnagalih, yang bernama Oding (67), dari Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, dilaporkan menghilang saat mencari besi di daerah sekitar Sungai Cipamingkis. Ia ditemukan telah meninggal dunia pada sore hari Minggu, tanggal 8 Februari 2026. Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal di mana laporan kehilangan dibuat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menyatakan bahwa korban ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 16. 40 WIB. Informasi tersebut segera disampaikan kepada tim SAR gabungan untuk keperluan evakuasi.

"Korban ditemukan oleh masyarakat setempat, lalu dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan langsung diserahkan kepada keluarganya," ungkap Adam pada hari Minggu. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak hari Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan keterangan dari keluarga, Oding keluar dari rumah sekitar pukul 07. 00 WIB tanpa memberi tahu istrinya. Pada saat kejadian, korban hanya memakai celana jeans pendek dan tidak mengenakan atasan.

Sekitar pukul 17. 00 WIB, keponakan korban bernama Munawir (32) mulai mencarinya sebab korban biasanya sudah pulang ke rumah. Pencarian dilaksanakan di area sekitar Sungai Cipamingkis, tempat yang sering dikunjungi korban untuk mencari bahan besi. Di tempat tersebut, Munawir hanya menemukan sandal yang terakhir kali dipakai oleh korban.

Temuan tersebut selanjutnya disampaikan kepada relawan pada pukul 19. 00 WIB. Tim SAR gabungan sampai di tempat kejadian pada malam hari dan segera melaksanakan operasi pencarian serta penyelamatan. "Operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung selama enam hari," ujar Adam.

Selama proses operasi, ungkap Adam, tim pencari dan penyelamat yang tergabung melakukan upaya pencarian dengan berbagai cara. Dimulai dari pencarian di darat dan di air, kegiatan rafting menggunakan perahu, penyelaman dengan peralatan scuba, hingga pengamatan udara menggunakan drone. Penyisiran dilaksanakan sejauh 14 kilometer menuju arah hilir Sungai Cipamingkis.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah pihak, termasuk TRC BPBD Kabupaten Bogor, Basarnas, TNI, Polri, pemadam kebakaran, relawan SAR, Tagana, serta komunitas penanganan bencana yang ada di daerah tersebut. Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan penyelamatan secara resmi dihentikan.



Nara Sumber  : Adam Hamdani ( Kepala Bidang Kedaruratan & Logistik DPBD Kab Bgr )

Penulis Berita : Raden Dede Sudrajat 

Referensi         : bandung.kompas.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon