Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Hujan yang sangat lebat menyebabkan 39 RT di Jakarta Selatan mengalami banjir.

 

Ilustrasi - Dua orang petugas BPBD DKI saat memantau titik lokasi banjir di Jakarta. 

Blogger.com --- Sebanyak 39 Rukun Tetangga (RT) di wilayah Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terendam akibat banjir setelah terjadi hujan lebat dan meluapnya Kali Krukut.

"Kedalaman air yang memasuki area pemukiman masyarakat adalah 30 cm," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta pada hari Rabu.

Menurut dia, penyebab terjadinya banjir di lokasi tersebut adalah cuaca, yaitu hujan lebat yang melanda wilayah DKI dan sekitarnya serta meluapnya Kali Krukut.

Selain 39 RT yang terkena banjir, BPBD DKI juga melaporkan ada satu jalan yang terendam dengan kedalaman 35 sentimeter (cm). "Di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, telah terjadi banjir," ujarnya.

BPBD DKI Jakarta telah menugaskan staf untuk mengawasi keadaan genangan di seluruh wilayah dan mengkoordinasikan dengan pihak Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan proses penyedotan genangan.

Selain itu, mereka juga memastikan bahwa saluran air berfungsi dengan baik agar genangan dapat surut dengan cepat.

BPBD DKI mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya genangan.

Dalam situasi darurat, segera hubungi nomor telepon darurat 112. "Layanan ini tidak dikenakan biaya dan berfungsi sepanjang 24 jam tanpa henti," ujarnya.




Nara Sumber                            Mohamad Yohan

                         Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan 

                           Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 

                                                   DKI Jakarta )


Penulis Berita                            Raden Dede Sudrajat


Referensi                                  Antaranews.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon