Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Hujan yang terjadi sepanjang malam menyebabkan banjir setinggi satu meter menerjang Kebon Pala di Jakarta Timur.

 

Banjir merendam permukiman warga di Kebon Pala, Jakarta Timur, Jumat (20/2/2026) sejak pukul 02.00 WIB.

Jakarta, Blogger.com ----- Hujan yang turun di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada malam hari Kamis (19/2) mengakibatkan permukiman penduduk di Kebon Pala, Jakarta Timur (Jaktim), tergenang banjir setinggi sekitar satu meter.

"Pada pagi ini, tepatnya pukul 09. 00 WIB, saat ini kedalaman air telah mencapai 100 sentimeter, telah mencapai satu meter," ungkap Sanusi, Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada hari Jumat.

Ia menyatakan bahwa air mulai meningkat sejak sekitar pukul 02. 00 WIB. Tinggi air terus meningkat sampai Jumat pagi dan menenggelamkan rumah-rumah penduduk yang terletak di daerah rendah.

"Air mulai meningkat pukul dua pagi tadi, dari sebelumnya sekitar 50 sentimeter, kini terus naik hingga mencapai satu meter," kata Sanusi.

Banjir dengan ketinggian satu meter tersebut mengguyur peralatan rumah tangga, kendaraan, dan juga menghalangi jalan di lingkungan tersebut.

Warga tampak berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke lokasi yang lebih tinggi.

Selain menggenangi rumah, banjir juga menghambat kegiatan masyarakat. Beberapa jalan di lingkungan tersebut tidak dapat dilewati oleh kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.

Anak-anak dan orang lanjut usia (lansia) dievakuasi dengan perahu karet di lokasi-lokasi yang memiliki genangan air cukup dalam.

Menurut Sanusi, level air masih mungkin meningkat jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dan dalam durasi yang lama.

Ini merupakan luapan dari Kali Ciliwung. "Sanusi menyampaikan bahwa informasi terbaru menunjukkan bahwa status Bendung Katulampa saat ini berada dalam keadaan Siaga 3. "

Petugas yang berasal dari Tim Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pihak-pihak terkait di lokasi sedang melakukan monitoring keadaan dan memberikan asistensi untuk proses evakuasi.

Beberapa perahu karet disiapkan untuk mendukung pergerakan warga di lokasi-lokasi yang cukup dalam.

BPBD DKI Jakarta mencatat bahwa terdapat 61 RT dan enam jalan yang terendam banjir hingga pukul 07. 00 WIB pada hari Jumat.

"BPBD mencatat bahwa saat ini terdapat 61 RT dan enam jalan yang terendam," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta pada hari Jumat.

BPBD DKI menerjunkan anggota untuk mengawasi keadaan genangan di setiap daerah dan mengkoordinasikan elemen Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan pengurasan genangan dan memastikan saluran air beroperasi dengan baik.

Bersama dengan para kepala desa dan camat di daerah tersebut, tambah Yohan, semua pihak tersebut juga mempersiapkan kebutuhan pokok untuk para penyintas banjir. Genangan air juga ditentukan untuk cepat surut.


Nara Sumber            Sanusi ( Perjaga Pintu Bendungan Katulampa )

                               Mohamad Yohan ( Kepala Pusat Data Dan Informasi 

                               Kebencanan DPBD DKI Jakarta )


Penulis Berita           Raden Dede Sudrajat


Referensi                 Antaranews.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon