Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Karawang Menetapkan 4 Cagar Budaya Baru, Terdapat Gedung Juang dan Situs Klasik.

 

Situs Lemah Duhur Wadon (Candi Cibuaya II) , salah satu yang ditetapkan sebagai benda cagar budaya peringkat kabupaten oleh Pemkab Karawang

Karawang,  Blogger.com ---- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang secara resmi menetapkan empat lokasi sebagai Cagar Budaya Peringkat Kabupaten pada bulan November tahun 2025.

Objek yang ditentukan mencakup berbagai jenis sejarah, mulai dari Gedung Juang yang terkenal hingga Situs Lemah Duwur Wadon yang terletak di area pesisir.

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Karawang, yang diwakili oleh Dharma Gaotama, menjelaskan bahwa penetapan ini mencakup satu bangunan cagar budaya, dua struktur cagar budaya, serta satu benda cagar budaya.

"Penetapan ini dilakukan berdasarkan dokumen kajian yang telah disetujui oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Karawang," ujar Dharma Gaotama, Rabu (11/2/2026).

Bukan sekadar formalitas.

Dharma menyampaikan bahwa penetapan cagar budaya ini bukan hanya sebuah proses administratif, tetapi merupakan upaya untuk mempertahankan kebudayaan Karawang supaya nilai-nilai sejarah dan peradaban yang ada di masa lalu tetap terpelihara. Ia mengharapkan terjalinnya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian objek-objek tersebut.

"Diharapkan, pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama dalam melindungi, menjaga, dan memanfaatkan cagar budaya ini, agar generasi muda tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa yang memiliki peradaban yang besar," ujar Dharma.

Daftar 4 Warisan Budaya yang Terdaftar di Kabupaten Karawang

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai empat objek yang telah secara resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Kabupaten Karawang:

1. Struktur Cagar Budaya: Gedung Juang Karawang (Kantor Dinas Pariwisata dan Olahraga Karawang)

Gedung Juang adalah struktur utama dari Kawedanaan Karawang yang tetap berdiri dengan kuat. Berdasarkan dokumen sketsa bangunan yang dimiliki oleh Pemerintah Hindia Belanda, gedung ini didirikan pada bulan Maret tahun 1930. Bangunan ini menunjukkan gaya arsitektur Indische, yang merupakan kombinasi yang harmonis antara arsitektur modern Eropa dan elemen lokal.

2. Struktur Cagar Budaya: Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok

Monumen ini adalah tugu peringatan yang didirikan oleh warga Rengasdengklok pada tahun 1955, yaitu lima tahun setelah Indonesia meraih kemerdekaannya. Berdiri di tempat yang sebelumnya adalah markas PETA, monumen ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting dan diresmikan secara langsung oleh Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta.

3. Rangkaian Cagar Budaya: Lokasi Lemah Duhur Wadon (Candi Cibuaya II)

Berlokasi di daerah pantai utara Karawang, situs arkeologi ini menyimpan sisa-sisa bangunan bata dari era klasik yang menjadi bukti adanya peradaban besar di masa lampau. Situs ini memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan Situs Lemah Duhur Lanang yang sebelumnya telah ditentukan sebagai Cagar Budaya Peringkat Daerah.

4. Objek Warisan Budaya: Hio-Lo Sian Djin Ku Po

Terletak di Klenteng Sian Djin Ku Po, Tanjungpura, Hio-Lo ini berfungsi sebagai bahan bakar dupa dalam kegiatan persembahyangan. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi melalui ornamen yang terdapat pada benda ini, objek ini juga menjadi saksi sejarah berdirinya klenteng serta adanya komunitas etnis Tionghoa di daerah Tanjungpura dan sekitarnya.

Dharma menyatakan bahwa keberadaan cagar budaya ini juga memainkan peran penting sebagai sumber pembelajaran bagi masyarakat. Selain itu, benda-benda tersebut mempunyai peluang yang sangat baik untuk dijadikan sebagai tujuan wisata yang berfokus pada budaya di Kabupaten Karawang.


Nara Sumber     Dharma Gaotama ( Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) 

                        Kabupaten Karawang Sebagai Wali )


Penulis Berita    Raden Dede sudrajat


Referensi          Bandung.kompas.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon