Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Kepala Bapanas memberikan kesempatan untuk ekspor setelah penyerapan beras meningkat sebanyak 700 persen.

 

Tiga petani memperlihatkan hasil padi yang dipanen.

Blogger.com ----- Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa mereka memberikan kesempatan untuk ekspor setelah penyerapan beras di dalam negeri meningkat hingga 700 persen pada awal tahun 2026.

Amran menyatakan bahwa pada awal tahun 2026, pelaksanaan penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP) dari hasil produksi dalam negeri menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Penyerapan yang setara dengan beras tercatat mencapai 112 ribu ton, meningkat lebih dari 700 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang berada di sekitar 14 ribu ton.

Kami menghaturkan terima kasih kepada Direktur Utama Bulog dan seluruh jajaran Direksi atas peningkatan pesat serapan di awal tahun ini. Tahun lalu, totalnya mencapai 14. 000 ton dalam satu bulan. Tahun ini mencapai 112. 000 ton. "Laporan harian yang kami terima menunjukkan peningkatan sebesar 700 persen pada bulan Januari 2026," ungkap Amran dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI yang disiarkan secara langsung melalui YouTube TV Parlemen di Jakarta, pada hari Rabu.

Ia menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang mendukung petani lokal dengan cara mengoptimalkan penyerapan hasil produksi pangan dalam negeri. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari memperkuat persediaan CBP yang dikelola oleh Perum Bulog.

Amran berharap agar tren yang baik ini dapat terus dipertahankan dan berlangsung secara konsisten di masa mendatang. Dengan tingkat penyerapan yang konsisten dan dukungan produksi yang handal, Indonesia memiliki peluang untuk membantu negara-negara sahabat yang memerlukan pasokan beras.

Semoga ini dapat bertahan dengan baik dan tetap stabil. Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan, pada awal bulan Februari, jumlahnya mencapai 112 ribu ton. Oleh karena itu, saya mengingat informasi mengenai Bulog. "Apabila situasi ini terus berlanjut, insya Allah hampir dapat dipastikan dengan baik, jika terdapat negara sahabat yang memerlukan pasokan beras, kita mungkin dapat menyuplai," ungkapnya.

Menurut catatan Bapanas, pencapaian serapan yang setara dengan beras sebanyak 112 ribu ton ini merupakan realisasi tertinggi di awal tahun dalam lima tahun terakhir.

Sebagai perbandingan, pencapaian serapan pada bulan Januari dan Februari 2025 tercatat sebesar 14,9 ribu ton dan 171,1 ribu ton.

Peningkatan penyerapan CBP ini sesuai dengan perkiraan produksi beras di tanah air. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bahwa total produksi beras antara Januari dan Maret 2026 dapat mencapai 10,16 juta ton, yang merupakan peningkatan sebesar 1,39 juta ton jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Dalam rangka menyambut peningkatan produksi tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani oleh Kepala Badan Pangan Nasional, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara dengan nomor 3 Tahun 2026, nomor 14 Tahun 2026, dan nomor 47 Tahun 2026, yang ditetapkan pada tanggal 9 Januari 2026.

SKB tersebut mengatur penugasan kepada BUMN di sektor pangan untuk pelaksanaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) pada tahun 2026, dengan penekanan pada prioritas pengadaan produk dalam negeri.

Salah satu tugas penting dalam kebijakan ini adalah penetapan pengadaan CBP sebanyak 4 juta ton.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen lembaganya untuk meningkatkan penyerapan hasil pertanian dari petani nasional sebagai bentuk nyata dari peran negara dalam menjaga ketahanan pangan.

Komitmen tersebut sesuai dengan perintah yang telah disepakati dalam pertemuan koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yang menentukan sasaran pengadaan sebesar 4 juta ton setara beras.

Pengadaan tersebut berasal dari gabah kering hasil panen para petani dengan ketentuan mencakup semua kualitas gabah yang telah memasuki periode panen.

Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas tersebut, hingga tanggal 2 Februari 2026, pencapaian pengadaan dalam negeri telah mencapai 112. 032 ton yang setara dengan beras.

Pencapaian ini menggambarkan usaha Bulog dalam mendukung para petani serta memperkuat stok pangan nasional.

"Dalam mencapai target tersebut, kami memaksimalkan tim pengambilan hasil pangan untuk komoditas gabah kering dan jagung pipil kering," ujarnya.

"Kami senantiasa bekerja sama dengan TNI, Polri, dan petugas PPL serta penyuluh pertanian, guna memastikan bahwa penyerapan GKP berkualitas telah mencapai tahap panen," tambah Rizal.



Nara Sumber                 Andi Amran Sulaiman

                            Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) 

                                                      dan 

                                            Menteri Pertanian


                                       Ahmad Rizal Ramdhani,

                                   Direktur Utama Perum Bulog,


Penulis Berita                Raden Dede Sudrajat


Referensi                       Antaranews.com

                            





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon