Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Kondisi Menyedihkan Tiga Rumah di Permata Padalarang, Runtuh Saat Sedang Dalam Proses Pembayaran ke Bank.

 

Tiga rumah di Perumahan Permata Padalarang, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat ambruk, Minggu (22/2/2026).

Bandung Barat, Blogger.com ---- Tiga buah rumah di Perumahan Permata Padalarang, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengalami keruntuhan total. Kualitas konstruksi bangunan yang buruk diduga sebagai faktor utama runtuhnya struktur rumah ketika hujan deras terjadi. 

Kepala Desa Jayamekar, Siti Khoiriyah, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut berlangsung pada saat hujan deras mengguyur daerah Padalarang dari pagi hingga siang hari pada hari Minggu (22/2/2026).

"Ya, benar ada tiga rumah yang runtuh di RT 03 RW 25, tepatnya di Blok F Komplek Permata Padalarang," ungkap Siti saat dimintai keterangan, Senin (23/2/2026).

Konstruksi Buruk dan Tanah Tidak Stabil

Kondisi tanah yang tidak stabil di area miring diperkirakan mengurangi kekuatan dukungan pondasi. Sebagai hasilnya, tiga rumah yang dibangun berdekatan tersebut tidak dapat bertahan ketika beban air hujan meningkat.

"Menurut Siti, keruntuhan tiga rumah tersebut diduga disebabkan oleh kualitas konstruksi yang buruk, yang terpicu oleh hujan deras beberapa waktu sebelum insiden. 

" Dari tiga rumah yang terkena dampak, dua di antaranya tidak berpenghuni, sedangkan satu rumah lainnya dihuni oleh enam orang. Syukurlah, pemilik salah satu rumah itu telah mengetahui adanya retakan sejak kurang lebih sebulan yang lalu.

Karena cemas bahwa keadaan bangunan akan semakin parah setiap hari, penghuni rumah itu memutuskan untuk menyewa tempat tinggal lain sebelum bencana benar-benar menimpa. 

Syukurlah, tidak ada yang kehilangan nyawa. "Penghuni telah meninggalkan tempat tersebut sebelum kejadian, karena bangunan sudah terlihat mengalami keretakan di beberapa bagian dinding," ujarnya.

Kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Pada saat runtuh, suatu bangunan dilaporkan menarik rumah yang berada di sampingnya dan menimpa rumah lainnya yang terletak di bawah atau di belakang. Kerusakan yang terjadi pada ketiga bangunan tersebut saat ini dianggap sebagai kerusakan yang parah. 

Petugas Desa Jayamekar bersama Polsek Padalarang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB telah mengunjungi lokasi guna melakukan pengumpulan data serta memeriksa kestabilan tanah di seputar area kejadian.

Kerugian finansial yang disebabkan oleh peristiwa tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. "Siti menyatakan bahwa rumah tersebut masih dalam keadaan dicicil kepada pihak Bank. 

" Saat ini, para pemilik rumah hanya dapat menerima kenyataan bahwa bangunan yang mereka bayar setiap bulan tersebut hancur total.



Nara Sumber.            Siti Khoiriyah ( Kepala Desa Jayamekar  )


Penulis Berita.        Raden Dede Sudrajat 


Referensi.                Bandung.kompas.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon