Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Lidah buaya tidak hanya bermanfaat untuk kulit, para peneliti telah menemukan potensinya untuk Alzheimer.

 

Ilustrasi lidah buaya. Senyawa alami dalam lidah buaya dinilai mampu memengaruhi proses biologis yang berperan dalam penurunan daya ingat.

Blogger.com ---- Peneliti mengidentifikasi senyawa alami dalam lidah buaya yang dianggap memiliki kemampuan untuk menunda kemajuan penyakit Alzheimer.

Temuan ini berasal dari penelitian menggunakan simulasi komputer yang menunjukkan bahwa senyawa tersebut dapat berinteraksi dengan enzim yang berfungsi dalam penurunan daya ingat.

Meskipun berada pada tahap awal, penelitian ini memberikan peluang baru dalam pengembangan terapi Alzheimer menggunakan bahan alami.

Studi yang menggunakan simulasi komputer.

Menurut laporan dari Science Daily, penelitian terbaru meneliti komponen kimia yang terdapat dalam lidah buaya (Aloe vera), yang selama ini lebih dikenal sebagai tanaman untuk perawatan kulit. Para peneliti menyelidiki cara senyawa-senyawa tersebut berhubungan dengan proses biologis yang berkaitan dengan Alzheimer.

Penelitian ini diterbitkan di jurnal Current Pharmaceutical Analysis dan menerapkan metode in silico, yaitu pendekatan riset yang berbasis pada simulasi komputer. Metode ini mendukung peneliti dalam meramalkan cara senyawa berfungsi dalam tubuh sebelum dilaksanakannya uji di laboratorium.

Penelitian ini berfokus pada dua enzim yang sangat penting, yaitu asetilkolinesterase (AChE) dan butirilkolinesterase (BChE). Kedua enzim tersebut memiliki peran dalam memecah asetilkolin, senyawa kimia yang ada di otak dan membantu sel-sel saraf dalam berkomunikasi satu sama lain.

Pada individu yang menderita Alzheimer, tingkat asetilkolin telah berkurang. Apabila AChE dan BChE berfungsi dengan sangat aktif, maka masalah dalam ingatan dan kemampuan berpikir dapat semakin parah. Oleh karena itu, sejumlah obat untuk Alzheimer berfungsi dengan cara mengurangi aktivitas kedua enzim tersebut.

Kemungkinan baru dari tanaman yang sudah familiar.

Lidah buaya telah lama dikenal secara luas untuk perawatan kulit dan kesehatan sistem pencernaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa tanaman tersebut juga memiliki potensi lain dalam aspek kesehatan otak. Apabila penelitian yang lebih lanjut menunjukkan manfaatnya, senyawa yang berasal dari lidah buaya berpotensi menjadi bagian dari pendekatan baru dalam menangani Alzheimer di masa depan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon