Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Lima Hari Banjir di Jember Masih Belum Surut, 90 Warga Terpengaruh.

 



Banjir di Dusun Sumbersari Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (10/2/2026).


Blogger.com ----- Telah berlalu lima hari sejak hujan lebat mengguyur Desa Mayangan yang terletak di Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun, genangan air banjir masih ada di kawasan tempat tinggal penduduk Dusun Sumbersari, hingga hari Selasa (10/2/2026).

Air memang sudah mulai mengalir pergi dari dalam rumah-rumah warga, namun area halaman dan akses lingkungan masih dipenuhi air dengan kedalaman yang bervariasi antara 40 hingga 60 sentimeter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, menyatakan bahwa banjir telah terjadi sejak tanggal 5 Februari yang memengaruhi 30 rumah. Sebagai akibatnya, sebanyak 90 orang juga terkena dampak dari banjir tersebut.

“Dua rumah terendam air setinggi 10 hingga 15 sentimeter, sedangkan sebanyak 30 rumah lainnya terpapar genangan yang lebih tinggi,” ungkap Edy.

Dijelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Gumukmas sejak sore hari pada Kamis (5/2/2026) menjadi penyebab terjadinya banjir.

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan peningkatan yang signifikan pada debit air di saluran irigasi Bedodo Mayangan di wilayah tersebut.

Sekitar pukul 16. 00 WIB, air dari saluran irigasi itu meluap dan memenuhi jalan di lingkungan serta halaman rumah penduduk dengan tinggi mencapai 60 sentimeter.

Hingga siang pada hari Selasa, ia mengatakan bahwa air masih menumpuk di halaman rumah penduduk meskipun keadaan di dalam rumah telah berangsur surut.

Edy menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan logistik yang terdiri dari dua paket sembako untuk warga yang terdampak serta empat paket sembako untuk mendukung dapur mandiri dalam kegiatan kerja bakti warga.

"Puskesmas Gumukmas juga telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang terkena dampak untuk memastikan bahwa kondisi mereka tetap dalam keadaan aman," ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa situasi di area yang terdampak saat ini terlihat aman dan dalam keadaan baik. Namun, BPBD Jember tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya genangan air susulan yang lebih besar.

Edy menyatakan bahwa Pemerintah Desa Mayangan bersama dengan warga telah merencanakan kegiatan kerja bakti untuk membersihkan saluran drainase pada hari Rabu mendatang (11/2/2026).

Selain itu, mereka juga menyarankan agar penanganan setelah banjir dilakukan oleh dinas yang berwenang untuk mengatasi masalah drainase dan mencegah terulangnya banjir.




Nara Sumber     Edy Budi Susilo ( Kepala Badan Penanggulangan Bencana 
                                                            Daerah (BPBD) Jember )


Penulis Berita    Raden Dede Sudrajat



Referensi          Surabaya.kompas.com






















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon