Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Menjelang bulan Puasa, para petani nanas di Kediri bersiap menyambut musim panen yang melimpah.

 

Ilustrasi buah nanas. Para petani nanas di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tengah menyambut masuknya masa panen buah menjelang bulan Ramadhan

Blogger.com ------ Para petani nanas di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, saat ini sedang menyambut datangnya periode panen buah yang terkenal dengan kandungan nutrisinya yang tinggi.

Mereka semakin bersemangat karena puncak panen raya akan bersamaan dengan bulan Ramadhan, yang biasanya diikuti oleh meningkatnya permintaan akan nanas.

Buah nanas di Kabupaten Kediri adalah salah satu produk unggulan yang banyak ditanam di sekitar lereng Gunung Kelud.

Karena kesuburan yang ditimbulkan oleh tanah vulkanis, terdapat jenis varian nanas khas Kediri yaitu Queen Simplex, yang saat ini telah dipatenkan.

Ketua Kelompok Tani Nanas Sari Bumi, Suryadi Kranding, menyampaikan bahwa dalam kelompoknya terdapat 20 petani yang menjadi anggota, dengan luas lahan sekitar 20 hektar.

Lahan tersebut terletak di wilayah Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, yang berada di sisi barat Gunung Kelud. "Pada saat ini kita sudah memasuki periode panen, puncaknya akan terjadi saat bulan puasa," kata Suryadi Kranding, Senin (2/2/2026).

Menurut Suryadi, pasar nanas saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang baik, dengan permintaan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mengenai penetapan harga, ditentukan per buah dengan mempertimbangkan jenis, berat, dan kualitas masing-masing.

Ini menggunakan sistem pengklasifikasian yang terdiri dari grade A hingga grade D. “Grade A memiliki bobot 9 ons, diikuti oleh grade B yang memiliki bobot 7 ons, dan seterusnya hingga grade D dengan bobot sekitar 5 ons,” tambah Suryadi yang telah berpengalaman panjang dalam industri nanas ini.

Harga untuk buah grade A berkisar Rp 5. 500 per buah, sedangkan harga terendah untuk grade D adalah sekitar Rp 2. 500. Harga yang disebutkan mencerminkan nilai lahan dan dapat mengalami peningkatan atau penurunan tergantung pada situasi dan kondisi yang berlaku.

Permintaan pasar untuk nanas, menurut Suryadi, menunjukkan tren yang baik, terutama dengan datangnya Bulan Puasa yang akan meningkatkan permintaan.

Selama bulan puasa, permintaan dapat meningkat secara signifikan. "Sebagai contoh, pada hari-hari biasa, permintaan mencapai sekitar 2 ton, sedangkan saat bulan puasa dapat meningkat menjadi lebih dari 6 ton," kata Suryadi.

Bagi Suryadi dan para petani lainnya di lereng Gunung Kelud, nanas adalah komoditas yang paling dapat diandalkan. Oleh karena itu, banyak petani yang menanamnya.

Saat ini, semakin banyak generasi muda dari komunitas lokal yang mulai mendalami bidang ini. Dari kalangan pemuda tersebut, selain semangat yang baru, juga sering disertai oleh kreativitas.

Para pemuda tersebut cukup paham informasi dan selalu mengikuti perkembangan teknologi. Dengan adanya teknologi pertanian yang sesuai, penanaman nanas dapat menjadi lebih efisien.

"Suryadi menyatakan, 'Dulu, waktu untuk panen bisa memakan waktu hingga dua tahun, tetapi sekarang hanya diperlukan waktu satu tahun untuk bisa melakukan panen. '"

Pemerintah Kabupaten Kediri telah mendaftarkan jenis nanas yang berasal dari daerah setempat, yang dikenal dengan sebutan nanas simplek. Sertifikat dengan nomor 071/A. 9/08/2024 telah diterbitkan pada bulan Agustus 2024.

Tipe ini saat ini sedang diminati oleh para petani di Kediri karena beberapa kelebihannya. Terdapat sejumlah keuntungan dari jenis nanas simplek ini.

Dimulai dari kategori tanaman genjah yang atau lebih cepat dalam proses panen hingga tingkat produktivitasnya yang tinggi.

Di samping itu, karakteristik utama buah tersebut meliputi ukuran yang seragam antara 900 gram hingga 1. 300 gram, ukuran mahkota yang kecil, tidak berserat, serta rasa yang sangat manis.

Para petani awalnya menanam nanas jenis PK atau pasir Kelud, queen, serta smoothy cayeen atau nanas madu, dan saat ini mulai beralih ke jenis simplek. 




Nara Sumber                        Suryadi Kranding 

                            ( Ketua Kelompok Tani Nanas Sari Bumi )   


Penulis Berita                      Raden Dede Sudrajat




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon