Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Menuju Ramadhan 2026, harga cabai rawit di Kota Bogor mencapai Rp140 ribu per kilogram.

 

Suasana warga berbelanja di Pasar Jambu Dua Kota Bogor

Kota Bogor, Blogger.com ----- Harga beberapa bahan kebutuhan pokok di Kota Bogor mulai meningkat menjelang bulan Ramadhan, salah satu yang paling terlihat adalah harga cabai rawit merah yang kini mencapai Rp140 ribu per kilogram di beberapa pasar.

Menurut pengamatan Radar Bogor di Pasar Jambu Dua dan Pasar Anyar, pada hari Selasa, 17 Februari 2026, terdapat peningkatan harga pada sejumlah komoditas, termasuk cabai, ayam potong, dan daging sapi.

Penjual cabai di Pasar Jambu Dua, Aldi, menyatakan bahwa cabai rawit merupakan komoditas yang mengalami peningkatan tertinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Di antara berbagai jenis cabai, cabai rawit adalah yang paling populer. ” "Saat ini harga mencapai Rp100 ribu per kilo, sebelumnya sempat menembus Rp130 ribu, dan ada kemungkinan harga tersebut akan meningkat menjelang Ramadan," ujarnya.

Menurutnya, kecenderungan peningkatan harga menjelang bulan puasa merupakan fenomena yang terjadi hampir setiap tahun. Meskipun harganya tinggi, diperkirakan permintaan cabai akan tetap tinggi karena masyarakat mulai mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan.

“Umumnya, saat Ramadhan tiba, harga mulai kembali normal. Namun, masyarakat tetap berbelanja karena ini untuk persiapan puasa. Saat ini, sudah banyak yang mulai berbelanja,” ujarnya.

Keadaan yang sama juga dialami oleh para pembeli, salah seorang warga bernama Yanti mengaku telah mulai merasakan peningkatan harga pada berbagai kebutuhan rumah tangga.

Ya, harga bahan makanan utama memang telah mulai meningkat. Umumnya, saat mendekati bulan Ramadhan, harga semua barang cenderung meningkat. "Saya juga terkejut ketika harga sayur seperti kangkung ikut meningkat, meskipun hanya naik sebesar Rp1. 000 hingga Rp2. 000," katanya.

Sementara itu, di Pasar Anyar, pedagang ayam bernama Ari mengungkapkan bahwa harga ayam potong mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam tiga hari terakhir.

“Harga meningkat sekitar Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram, yang sebelumnya Rp40 ribu kini menjadi Rp45 ribu, namun jumlah pembeli justru mengalami penurunan,” ujarnya.

Kenaikan harga juga terlihat pada daging sapi di Kota Bogor menjelang bulan puasa 2026. Pedagang daging, Ridwan, mengungkapkan bahwa harga daging super sekarang mencapai Rp145 ribu per kilogram, sementara harga has telah menembus Rp150 ribu.

Kenaikan ini berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu sejak tanggal 14 yang lalu, dan dari RPH juga telah mengalami peningkatan. "Saya yakin pelanggan akan mengeluh, terutama bagi para pelaku usaha makanan," kata Ridwan.

Meskipun begitu, ketersediaan daging tetap dalam kondisi yang cukup aman; akan tetapi, para pedagang perlu lebih giat dalam memastikan pasokan dari para pemasok.

“Mencari barang tidaklah sulit, hanya perlu bersaing dengan pedagang lain. Saya berharap harga dapat tetap stabil,” ungkap Ridwan.

Pedagang sayur dan cabai lainnya, Rudi, menyatakan bahwa kenaikan harga telah berlangsung sekitar empat hari terakhir dan terjadi hampir di semua jenis komoditas hortikultura.

"Harga rawit merah yang sebelumnya Rp100 ribu kini meningkat menjadi Rp140 ribu per kilo, sedangkan cabai merah dan cabai keriting yang semula Rp60 ribu sekarang menjadi Rp80 ribu," ujarnya.

Ia menyatakan bahwa meskipun harga meningkat, para pembeli tetap hadir dengan cara mengurangi jumlah pembelian mereka.

“Sebagian besar membeli dalam jumlah kecil, dengan harga Rp10 ribu atau Rp15 ribu, karena meskipun harganya tinggi, mereka tetap membelinya,” tegasnya.

Para penjual memperkirakan bahwa harga barang kebutuhan pokok mungkin akan mengalami perubahan hingga memasuki bulan Ramadhan dan menjelang perayaan Lebaran yang akan datang.



Nara Sumber             Aldi ( Penjual cabai di Pasar Jambu Dua )

                                Rudi ( Pedagang Sayur Dan Cabai Lainnya )

                                Ari ( Pedagang Ayam Di Pasar Anyar )


Penulis Berita            Raden Dede Sudrajat


Referensi                  Radarbogor.jawapos.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon