Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Pekerja Proyek Jembatan Leuwiranji di Rumpin yang Jatuh ke Sungai Cisadane Masih Belum Ditemukan, Tim Gabungan Terus Mencari

 

Tim gabungan saat melakukan pencarian terhadap Prangki (25), pekerja Jembatan Leuwiranji yang terpeleset ke Sungai Cisadane, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. 

Blogger.com --- Pekerja yang terlibat dalam perbaikan Jembatan Leuwiranji yang jatuh ke Sungai Cisadane, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, sampai saat ini belum berhasil ditemukan.


Tim gabungan yang melakukan pencarian pada Senin, 2 Februari 2026 sore, belum memperoleh hasil apapun.


Manajer Unit Siaga SAR Bogor, Lintang, menyampaikan bahwa korban bernama Prangki (25) belum ditemukan setelah ia terjatuh di jembatan tersebut.


Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari Minggu, 1 Februari 2026. "Setelah pencarian hingga sore ini, tidak ada hasil yang ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan besok," ungkapnya.


Proses pencarian kini melibatkan berbagai pihak dari BPBD, Damkar, Basarnas, serta relawan, Beberapa perahu karet juga dikerahkan untuk membantu mencari korban.


Menurut Lintang, aktivitas pencarian telah dimulai dari titik nol hingga sejauh 7 kilometer di sepanjang aliran Sungai Cisadane sampai perbatasan dengan Tangerang.


"Kendala dalam pencarian termasuk tingginya dan keruhnya aliran air, ditambah lagi korban merupakan pendatang, bukan warga lokal Bogor," terangnya.


Rencana ke depan, tim gabungan berkomitmen untuk melanjutkan pencarian hingga Minggu, 8 Februari 2026.


"Pencarian akan dilakukan maksimal selama 7x24 jam, dan dapat diperpanjang jika ada petunjuk yang menunjukkan kemungkinan ditemukannya korban," tegas Lintang.


Nara Sumber                  Lintang ( Manajer Unit Siaga SAR Bogor )


Penulis Berita                Raden Dede Sudrajat


Referasi                         radarbogor.jawapos.com






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon