Kode iklan di atas

Masalah yang Kompleks di Pasar Kramat Jati: Tumpukan Sampah yang Tinggi dan Dinding TPS yang Belum Diperbaiki

Gambar
  Kondisi sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026) JAKARTA, Blogger.com --- Dinding di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga disebabkan oleh tekanan dari tumpukan sampah yang menggunung. Dinding tersebut tumbang sejak Januari 2026 akibat sampah yang menumpuk dan memberikan tekanan pada struktur dinding, namun hingga saat ini perbaikan belum dilakukan. Material beton serta tiang dinding tampak runtuh hingga masuk ke saluran air di bagian belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut. Selain itu, banyak tumpukan sampah sayuran dan buah dari TPS juga terlihat terbawa ke saluran air. Di belakang area TPS terdapat lahan kosong yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain dan juga ada jalan setapak yang sering digunakan masyarakat. Kekhawatiran terhadap Keamanan Warga Seorang warga bernama Susi (40) menyampaikan bahwa jalan setapak yang dekat dengan TPS yang dindingnya roboh sering dilalui oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia merasa khawatir akan keselam...

Pembaruan mengenai korban longsor di Cisarua: 83 kantong jenazah telah dievakuasi, dan 61 jenazah telah teridentifikasi.

 

Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat di hari kesepuluh, Senin (2/2/2026

Blogger.com ---- Tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 83 kantong jenazah dari korban tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, hingga hari kesepuluh operasi pencarian, yaitu pada hari Senin (2/2/2026).

Menurut Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, jumlah kantong jenazah yang telah dievakuasi ini melebihi angka yang tertera dalam daftar pencarian korban.

"Namun, berdasarkan identifikasi DVI, terdapat kantong jenazah yang lebih dari satu, tetapi memiliki identitas yang sama," ungkap Ade pada hari Senin (2/2/2026), seperti yang dilaporkan oleh Antara.

61 Korban Telah Berhasil DIkenali

Ade mengungkapkan, dari keseluruhan 83 kantong jenazah, sebanyak 61 korban telah berhasil dikenali oleh tim Identifikasi Korban Bencana (DVI). Secara rinci, tercatat 45 jenazah yang merupakan warga setempat dan terdaftar dalam pencarian, sedangkan 16 jenazah lainnya tidak termasuk dalam data yang ada sebelumnya.

Dari 61 individu yang telah diidentifikasi, 45 individu tersebut sesuai dengan daftar pencarian. "Kemudian, dua korban telah dikenali, tetapi tidak terdapat dalam daftar pencarian," kata Ade.

Oleh karena itu, Ade melanjutkan, terdapat 35 korban yang identitasnya masih belum dapat dipastikan, termasuk sekitar 20 korban yang masih berada dalam bentuk kantong jenazah dan sedang dalam proses identifikasi.

Pencarian korban longsor akan dilanjutkan hingga 14 hari ke depan.

Ia menambahkan, pencarian korban longsor di Cisarua akan terus dilakukan selama 14 hari ke depan sesuai dengan keputusan penetapan status keadaan darurat bencana.

"Menurut keputusan pemerintah mengenai tanggap darurat bencana, operasi pencarian dan penyelamatan direncanakan akan berlangsung selama 14 hari ke depan dan akan dinilai pada hari ketujuh," tambah Ade.

Selain itu, tim pencarian dan penyelamatan yang terintegrasi juga memperluas area pencarian dengan memindahkan sebagian anggota dari sektor A2 ke sektor B2 setelah penilaian lapangan mengindikasikan potensi keberadaan korban di lokasi tersebut.




Nara Sumber                         Ade Dian 

                            ( Kepala Kantor SAR Bandung )


Penulis Berita                Raden Dede Sudrajat






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon