Kode iklan di atas

Kronologi Penemuan Macan Tutul Terjerat di Permukiman Warga Gunung Mas Puncak Bogor, Berasal dari Gunung Pangrango.

Gambar
  Petugas saat mengevakuasi macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jumat, 3 April 2026. Blogger.com  - Sebuah macan tutul yang ditemukan di lingkungan Kampung Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, diketahui berasal dari hutan Gunung Pangrango. Saat ini, satwa liar tersebut sedang ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bekerja sama dengan tim Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Asisten Manajer Legal dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa macan tutul tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki permukiman warga Gunung Mas sebelum terjerat. “Satwa ini datang dari kawasan Pegunungan Pangrango, memasuki kawasan Gunung Mas, lalu terjebak dalam jeratan dan kemudian diberi bius oleh pihak BKSDA dan Taman Safari,” ujarnya pada hari Jumat, 3 April 2026. Asep menambahkan bahwa keberadaan macan tutul ini telah diketahui oleh warga, terutama di Kampung Batik. Satwa tersebu...

Pembaruan Pencarian Korban Longsor di Cisarua: Tim SAR Menemukan 2 Kantong Jenazah, Jumlah Total Menjadi 94 yang Terkumpul.

 

Tim SAR gabungan menemukan dua kantung jenazah pada hari ke-13 operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Kamis (5/2/2026)

Blogger.com ---- Tim SAR yang bergabung menemukan dua kantong jenazah pada hari ke-13 operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Kamis (5/2/2026).

Dengan penemuan dua kantong jenazah yang terbaru, jumlah kantong jenazah yang telah berhasil dievakuasi kini mencapai 94 kantong. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan bahwa dua kantong jenazah itu ditemukan di dua lokasi yang berbeda pada siang hari Kamis.

Penemuan yang pertama kali berlangsung pada pukul 14. 05 WIB di lokasi Worksite B2.

Selanjutnya, satu buah kantong jenazah ditemukan kembali pada pukul 15. 27 WIB di Lokasi Kerja A3.

Pada hari ke-13 operasi pencarian dan penyelamatan, tim berhasil menemukan dua bodypack, satu di lokasi kerja A3 dan satu di lokasi B2. "Semua temuan segera dievakuasi dan diserahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi," kata Ade Dian dalam pernyataan resminya.

Pencarian terarah pada beberapa sektor yang dianggap masih memiliki kemungkinan adanya korban, dengan mempertimbangkan pergeseran tanah, bentuk lereng, dan unsur cuaca di area longsor.

Hingga hari Kamis pada pukul 15. 30 WIB, total jumlah korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 94 kantong jenazah. Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda Jawa Barat melaporkan bahwa hingga hari Kamis pukul 06. 00 WIB, sebanyak 70 jenazah dari 73 kantong jenazah telah sukses diidentifikasi.

Sementara itu, proses identifikasi untuk 19 kantong jenazah lainnya masih sedang berlangsung. Berdasarkan pernyataan Ade Dian, dari jumlah korban yang telah teridentifikasi, sebanyak 54 orang tercatat dalam daftar pencarian korban hilang yang disusun melalui sinkronisasi data tim di lapangan.

Operasi SAR direncanakan akan berlanjut hingga hari ke-14 dengan melibatkan sekitar 3. 000 anggota gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta perwakilan pemerintah daerah.

"Kami secara rutin melakukan evaluasi setiap hari dan meningkatkan koordinasi antar instansi untuk memastikan bahwa semua korban dapat ditemukan dengan optimal," ujarnya.



Nara Sumber                Ade Dian


Penulis Berita               Raden Dede Sudrajat


Referensi                     Bandung.Kompas.com




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga bangkai raksasa yang dikenal sebagai Amorphopallus titanum sedang mekar di Kebun Raya Bogor.

Bangkit dari Sela Sawit: Cerita Ismu Widodo Mengembangkan Komoditas Kopi Liberika di Sepaku

Hujan dan Angin di Cibinong Mengakibatkan Tiga Rumah Warga Rusak Karena Tertimpa Pohon